Lampung Tengah, Kemenag (Humas) – Pembinaan keagamaan menjadi salah satu ikhtiar penting dalam membentuk karakter dan membangun optimisme warga binaan selama menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Berangkat dari komitmen tersebut, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah melaksanakan bimbingan rohani bagi warga binaan beragama Hindu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunung Sugih, Senin (27/7/2026).
Kegiatan diikuti oleh lima warga binaan beragama Hindu dan dipandu oleh tim Penyuluh Agama Hindu yang terdiri atas I Ketut Ginada, Luh Wayan Ratmaya, Wayan Tini Widyawati, I Wayan Johni Artadi, dan I Gusti Ngurah Adi Narendra Yoga. Pembinaan difokuskan pada penguatan Śraddhā melalui pemahaman Panca Śraddhā sebagai dasar keyakinan umat Hindu.
Dalam penyampaian materi, para penyuluh menjelaskan bahwa Panca Śraddhā yang meliputi keyakinan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Atman, Karmaphala, Punarbhawa, dan Moksa merupakan fondasi spiritual yang mampu menuntun seseorang untuk membangun kesadaran diri, memperbaiki perilaku, serta menjalani kehidupan sesuai nilai-nilai Dharma.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan Dharma Tula, yakni sesi dialog interaktif yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai ajaran Hindu. Diskusi berlangsung hangat dengan pembahasan seputar makna sembahyang, hukum karma, penerapan ajaran Hindu dalam kehidupan sehari-hari, hingga upaya menjaga ketenangan batin selama menjalani masa pembinaan.
Ketua Pokjaluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada, menyampaikan bahwa pembinaan rohani merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter warga binaan agar memiliki harapan dan semangat untuk memperbaiki diri.
"Nilai-nilai Dharma mengajarkan setiap manusia untuk selalu memiliki kesempatan menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui pembinaan ini, kami berharap warga binaan semakin mantap dalam keyakinannya, memiliki ketenangan batin, serta siap kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan yang positif," ujarnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan mendapat respons positif dari para peserta. Antusiasme warga binaan selama mengikuti pembinaan menunjukkan tingginya semangat untuk memperdalam pemahaman agama sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik.
Melalui pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah terus berupaya menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Diharapkan, nilai-nilai spiritual yang ditanamkan menjadi bekal dalam membangun karakter, memperkuat integritas pribadi, serta mempersiapkan mereka kembali menjadi bagian dari masyarakat yang produktif, harmonis, dan berlandaskan ajaran Dharma.
Humas Lampung Tengah