Way Kanan, KUA Bahuga (Humas) - - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bahuga menerima kunjungan silaturahmi sekaligus konsultasi dari tokoh agama Kampung Giri Harjo, Ust. Nasihin, pada Kamis, 8 Januari 2026. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Penyuluh Agama Islam KUA Bahuga, Imam Syuhadi dan Imam Mubarok.
Pertemuan yang berlangsung di ruang layanan KUA
Bahuga ini membahas dua agenda strategis, yakni persiapan kegiatan keagamaan
menyongsong peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW serta penguatan kerukunan
umat beragama di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi informasi.
Dalam kesempatan tersebut, Imam Syuhadi
menegaskan pentingnya sinergi antara tokoh agama dan lembaga keagamaan
pemerintah dalam membangun narasi keagamaan yang moderat dan konstruktif di
tengah masyarakat.
“Kami sangat menyambut baik inisiatif
silaturahmi dan konsultasi ini. Sinergi antara ulama dan umara sangat penting
agar syiar keagamaan di tingkat kampung sejalan dengan regulasi serta semangat
moderasi beragama,” ujar Imam Syuhadi.
Ust. Nasihin menyampaikan rencana kegiatan
syiar Islam di Kampung Giri Harjo, khususnya dalam rangka menyambut bulan Rajab
dan peringatan Isra Mikraj. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya bersifat
seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas
ibadah dan ukhuwah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Imam Mubarok
menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan kondusivitas umat di era digital.
Menurutnya, derasnya arus informasi menuntut tokoh agama untuk menghadirkan
dakwah yang menyejukkan dan menenteramkan.
“Di era modern, tantangan keagamaan tidak hanya
berkaitan dengan fiqih ibadah, tetapi juga aspek sosial kemasyarakatan.
Peringatan Isra Mikraj hendaknya diisi dengan pesan-pesan yang menumbuhkan
kerukunan, baik antarumat beragama maupun sesama umat Islam,” jelasnya.
Para penyuluh juga mengajak tokoh agama untuk
terus berperan sebagai cooling system di tengah masyarakat, agar nilai-nilai
toleransi, gotong royong, dan kebersamaan tetap terjaga meski berada di tengah
arus modernisasi.
Ust. Nasihin mengapresiasi pelayanan dan arahan
yang diberikan oleh KUA Bahuga. Ia menilai masukan dari para penyuluh sangat
relevan untuk diterapkan dalam pembinaan jamaah di Kampung Giri Harjo.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan banyak
pencerahan. Insyaallah, kegiatan keagamaan di Giri Harjo akan kami arahkan
untuk memperkuat ukhuwah dan membentengi umat dari pengaruh negatif
modernisasi,” ungkapnya.
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi demi terwujudnya masyarakat Kecamatan Bahuga yang religius, rukun, dan harmonis.(Humas)
Penulis : Bahrul/Dhany
Editor: Anggithya
