Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

KUA

Perkuat Ukhuwah Dan Literasi Keagamaan, KUA Bandar Mataram Rutin Bina Majelis Taklim

Sabtu, 13 Juni 2026 Humas Lampung Tengah Editor: Aziz
Perkuat Ukhuwah Dan Literasi Keagamaan, KUA Bandar Mataram Rutin Bina Majelis Taklim
Humas Lampung Tengah
Humas Lampung Tengah
Foto: Roberto

Bandar Mataram, KUA (Humas)-  Pembinaan keagamaan berbasis masyarakat menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kualitas kehidupan beragama yang harmonis dan sejuk di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Komitmen itulah yang terus dijaga KUA Kecamatan Bandar Mataram melalui kegiatan pembinaan rutin Majelis Taklim At Tafaquh yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam, Fatkhul Aziz, S.Sy, pada Jumat (12/06/2026) di Kampung Sumber Rejeki Mataram, Kecamatan Bandar Mataram.

Kegiatan yang digelar secara rutin setiap malam Ahad tersebut menjadi wadah pembelajaran agama sekaligus ruang penguatan pemahaman Islam yang moderat, inklusif, dan mampu menjawab tantangan kehidupan masyarakat saat ini. Puluhan jamaah yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu tampak hadir mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias sejak awal hingga akhir acara.

Dalam pembinaan tersebut, peserta mendapatkan materi keagamaan yang berfokus pada kajian Al-Qur’an, penguatan pemahaman fikih ibadah, adab dalam kehidupan sosial, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Allah SWT dan hubungan antarsesama manusia. Materi disampaikan secara bertahap agar mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain kajian utama, Fatkhul Aziz juga memberikan penekanan terhadap pentingnya moderasi beragama, terutama dalam menghadapi perkembangan informasi dan dinamika sosial yang semakin kompleks. Jamaah diajak memahami bahwa agama harus menjadi sumber ketenangan, bukan pemicu perpecahan, sehingga sikap toleran, saling menghargai, dan menjaga persaudaraan harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.

Suasana pembinaan berlangsung aktif ketika memasuki sesi dialog interaktif. Pada sesi tersebut, jamaah menyampaikan berbagai pertanyaan seputar praktik ibadah, persoalan keluarga, hingga tantangan menjaga nilai-nilai agama di tengah perkembangan zaman. Diskusi berjalan hangat dan menjadi ruang belajar bersama yang memperkuat kedekatan antara penyuluh agama dan masyarakat.

Fatkhul Aziz menyampaikan bahwa majelis taklim memiliki posisi penting sebagai pusat pendidikan keagamaan nonformal yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena itu, pembinaan yang dilakukan secara rutin harus terus dijaga agar masyarakat memiliki pemahaman agama yang utuh, terbuka, dan tidak mudah terpengaruh paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.

"Majelis taklim bukan hanya tempat belajar agama, tetapi ruang membangun kesadaran bersama tentang pentingnya ilmu, persatuan, serta bagaimana menghadirkan ajaran Islam yang membawa kedamaian dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Antusiasme jamaah yang terus meningkat menjadi gambaran bahwa kegiatan pembinaan seperti ini memiliki peran besar dalam memperkuat kualitas kehidupan keagamaan masyarakat di tingkat desa.

Melalui agenda rutin tersebut, KUA Bandar Mataram terus mempertegas komitmennya menghadirkan pembinaan umat yang berkelanjutan, sekaligus memastikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin tumbuh kuat di tengah masyarakat sebagai fondasi terciptanya kehidupan yang harmonis, religius, dan penuh kebersamaan.