Lampung (Humas) --- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menggelar rapat persiapan pembangunan Masjid kantor setempat, Rabu (3/6/2026) di Aula Pepadun. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Zulkarnain, dan diikuti Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang, serta tim dan panitia yang terlibat dalam perencanaan pembangunan masjid guna membahas berbagai aspek teknis dan konseptual agar pembangunan dapat berjalan efektif, efisien, serta memberikan manfaat jangka panjang.
Dalam arahannya, Kepala Kanwil menegaskan bahwa pembangunan rumah ibadah harus direncanakan secara matang dan tidak dilakukan secara terburu-buru. Menurutnya, bangunan yang akan didirikan merupakan bagian dari amal jariyah yang manfaatnya diharapkan dapat terus dirasakan oleh generasi berikutnya.
Dalam arahannya, Zulkarnain menegaskan bahwa pembangunan Masjid Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung harus dirancang secara matang dan berorientasi jangka panjang. Menurutnya, pembangunan rumah ibadah tidak boleh dilakukan secara asal-asalan karena merupakan amal jariyah yang manfaatnya harus dapat dirasakan dalam waktu yang lama.
“Jangan sampai kita membuat sesuatu secara asal-asalan. Apa yang kita bangun hari ini harus bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang dan tetap memberikan manfaat meskipun terjadi pergantian kepemimpinan,” ujar Zulkarnain.
Ia meminta seluruh tim bekerja secara transparan dan profesional, terutama dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, maupun pengelolaan anggaran pembangunan.
“Saya minta teman-teman semuanya bekerja dengan transparan dan profesional. Untuk struktur bangunan harus menggunakan tenaga yang benar-benar profesional agar kualitas dan keamanan bangunan terjamin,” katanya.

Menurut Zulkarnain, aspek kekuatan bangunan harus menjadi prioritas utama. Ia menekankan bahwa fondasi, tiang, dan konstruksi utama harus dibangun secara kokoh sebelum memperhatikan unsur estetika.
“Yang penting tiang-tiangnya kokoh, cor dan konstruksinya kuat. Setelah itu baru unsur estetikanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan yang ada,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar pembangunan masjid dilakukan secara efisien tanpa mengurangi kualitas. Menurutnya, kemegahan bangunan tidak selalu ditentukan oleh ornamen yang mahal.
“Tidak perlu berlebihan. Tidak harus menggunakan kubah yang nilainya ratusan juta atau menara yang mahal. Yang penting masjidnya bagus, nyaman, sejuk, dan memberikan kenyamanan bagi jamaah,” tegasnya.
Zulkarnain turut mendorong konsep bangunan yang memperhatikan sirkulasi udara alami sehingga lebih hemat energi dan sehat bagi pengguna masjid.
“Kalau memungkinkan, bangunan dirancang dengan sirkulasi udara yang baik sehingga nyaman digunakan dan lebih efisien dalam penggunaan energi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap kehadiran Masjid ini nantinya dapat menjadi representasi semangat keagamaan dan kebersamaan keluarga besar Kementerian Agama di Provinsi Lampung.
Rapat tersebut juga membahas sejumlah aspek teknis pembangunan, mulai dari desain bangunan, struktur konstruksi, pemanfaatan lahan, hingga langkah-langkah yang akan ditempuh dalam tahapan pembangunan selanjutnya.
Melalui perencanaan yang matang, Masjid diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan ibadah, pembinaan keagamaan, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama bagi aparatur dan masyarakat. (Humas)

