Bandar Lampung, MIN 1 (Humas) – MIN 1 Bandar Lampung menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat sebagai upaya penguatan pendidikan karakter dan peningkatan kompetensi keagamaan peserta didik. Salah satu materi utama yang diberikan adalah praktik pengurusan jenazah—memandikan, mengkafani, dan menshalatkan—sesuai tuntunan syariat Islam, yang dilaksanakan melalui pembelajaran teoritis dan praktis agar siswa memiliki pemahaman konseptual sekaligus keterampilan aplikatif dalam kehidupan bermasyarakat, (Rabu 25/02/2026)
Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Ustad Roni bersama seluruh
guru Pendidikan Agama Islam dengan pendekatan pembelajaran terpadu. Peserta
didik mengikuti setiap tahapan secara aktif, mulai dari pemaparan konseptual
hingga simulasi praktik tata cara pengurusan jenazah yang dilakukan secara
sistematis dan tertib. Materi tersebut bertujuan memberikan penguatan pemahaman
sekaligus keterampilan dasar yang aplikatif, sehingga peserta didik memiliki
kesiapan dalam menjalankan tanggung jawab sosial-keagamaan di lingkungan
masyarakat.
Kepala MIN 1 Bandar Lampung, Hizbuddin Burmelli, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai upaya strategis dalam memperkuat pendidikan karakter. Ia menegaskan bahwa pesantren kilat menjadi media pembelajaran bermakna yang mendorong peserta didik tidak hanya memahami ajaran agama secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terbentuk generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.
Sementara itu, Alwin selaku Koordinator Pesantren Kilat menjelaskan bahwa
kegiatan ini dirancang menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman
(experiential learning) yang menekankan integrasi antara penguasaan konsep dan
implementasi praktik secara sistematis.
Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada capaian kognitif, tetapi juga memperkuat aspek afektif dan psikomotorik peserta didik. Melalui desain pembelajaran tersebut, diharapkan terjadi internalisasi nilai kepedulian, tanggung jawab, dan kerja sama yang menjadi fondasi pembentukan karakter. Kegiatan ini sekaligus meningkatkan literasi keagamaan serta membentuk sikap empatik dan responsif, sehingga peserta didik mampu berperan aktif dan memberi kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat. (Chandra/Mushollin)
Editor : Fadilah