Mesuji, Kemenag (Humas) – Apel Pagi Kantor Kemenag Kabupaten Mesuji, Senin, 27 Juli 2026, sebagai pembina Gusdianto (Kasubbag TU) menyampaikan beberapa poin strategis penting terkait evaluasi kinerja serta agenda kerja ASN di lingkungan Kemenag Mesuji. Mengawali amanatnya, beliau menyampaikan belasungkawa dan mengapresiasi giat sosial jajaran Kemenag Mesuji yang telah menggelar lawatan serta bakti sosial ke rumah duka pegawai, Ni Ketut Putriani, S.Sos.H (Penyuluh Agama Hindu), atas wafatnya ibunda tercinta beberapa hari lalu.
Memasuki agenda internal, Gusdianto mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengantisipasi adanya revisi Perjanjian Kinerja (Perkin) dari pusat yang berimplikasi langsung pada Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Mengingat periode Juli menandai akhir Triwulan II, seluruh pegawai diimbau untuk segera melakukan penyesuaian SKP Triwulan II secara berjenjang. Penyesuaian ini sangat vital agar proses penilaian kinerja dari tingkat staf hingga kepala kantor tidak terhambat akibat hilangnya data otomatis dari sistem.
Selain SKP, perapian data pada Sistem Informasi Kepegawaian (Simpeg) juga menjadi perhatian utama. Seiring dengan kebijakan integrasi antara Simpeg dan Aplikasi Gaji Web (AGW) dari Kementerian Agama pusat, keakuratan data individu ASN kini terhubung langsung dengan sistem penggajian. Pihaknya meminta para pegawai untuk kembali memeriksa dan melengkapi berkas administrasi seperti Surat Keterangan Anak Kuliah, NIK keluarga, serta dokumen pendukung lainnya guna menghindari kendala hak penggajian di masa mendatang.
Pada kesempatan yang sama, Kasubbag TU juga menginstruksikan Seksi Bimas Islam untuk segera membangun koordinasi dan sinkronisasi intensif dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Mesuji serta LPTQ. Langkah antisipatif ini diperlukan guna mematangkan persiapan kontingen dalam menghadapi ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) mendatang. Koordinasi sejak dini diharapkan dapat mematangkan kesiapan administrasi maupun teknis para kafilah yang akan bertanding.
Menutup amanatnya, Gusdianto mengajak seluruh jajaran ASN Kemenag Mesuji beserta lembaga di bawah naungannya untuk bersikap kooperatif dan mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi. Beliau menekankan agar seluruh elemen ASN dapat memberikan data yang jujur dan akurat untuk mensukseskan program nasional tersebut tanpa terpengaruh oleh isu-isu negatif yang beredar di media sosial.
Mesuji, Kemenag (Humas) – Apel Pagi Kantor Kemenag Kabupaten Mesuji, Senin, 27 Juli 2026, sebagai pembina Gusdianto (Kasubbag TU) menyampaikan beberapa poin strategis penting terkait evaluasi kinerja serta agenda kerja ASN di lingkungan Kemenag Mesuji. Mengawali amanatnya, beliau menyampaikan belasungkawa dan mengapresiasi giat sosial jajaran Kemenag Mesuji yang telah menggelar lawatan serta bakti sosial ke rumah duka pegawai, Ni Ketut Putriani, S.Sos.H (Penyuluh Agama Hindu), atas wafatnya ibunda tercinta beberapa hari lalu.
Memasuki agenda internal, Gusdianto mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengantisipasi adanya revisi Perjanjian Kinerja (Perkin) dari pusat yang berimplikasi langsung pada Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Mengingat periode Juli menandai akhir Triwulan II, seluruh pegawai diimbau untuk segera melakukan penyesuaian SKP Triwulan II secara berjenjang. Penyesuaian ini sangat vital agar proses penilaian kinerja dari tingkat staf hingga kepala kantor tidak terhambat akibat hilangnya data otomatis dari sistem.
Selain SKP, perapian data pada Sistem Informasi Kepegawaian (Simpeg) juga menjadi perhatian utama. Seiring dengan kebijakan integrasi antara Simpeg dan Aplikasi Gaji Web (AGW) dari Kementerian Agama pusat, keakuratan data individu ASN kini terhubung langsung dengan sistem penggajian. Pihaknya meminta para pegawai untuk kembali memeriksa dan melengkapi berkas administrasi seperti Surat Keterangan Anak Kuliah, NIK keluarga, serta dokumen pendukung lainnya guna menghindari kendala hak penggajian di masa mendatang.
Pada kesempatan yang sama, Kasubbag TU juga menginstruksikan Seksi Bimas Islam untuk segera membangun koordinasi dan sinkronisasi intensif dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Mesuji serta LPTQ. Langkah antisipatif ini diperlukan guna mematangkan persiapan kontingen dalam menghadapi ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) mendatang. Koordinasi sejak dini diharapkan dapat mematangkan kesiapan administrasi maupun teknis para kafilah yang akan bertanding.
Menutup amanatnya, Gusdianto mengajak seluruh jajaran ASN Kemenag Mesuji beserta lembaga di bawah naungannya untuk bersikap kooperatif dan mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi. Beliau menekankan agar seluruh elemen ASN dapat memberikan data yang jujur dan akurat untuk mensukseskan program nasional tersebut tanpa terpengaruh oleh isu-isu negatif yang beredar di media sosial.