Lampung, Kemenag (Humas)—Penjabat (Pj.) Gubernur Lampung, Samsudin, resmi mengukuhkan Dr. Iskandar Zulkarnaen sebagai Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Lampung. Pengukuhan tersebut berlangsung di Masjid Islamic Centre Lampung, Kamis (23/1/2025).
Dalam sambutannya, Samsudin menyampaikan bahwa kepengurusan Baznas Provinsi Lampung memiliki keunikan tersendiri. Ia mengungkapkan komitmennya untuk memperbaiki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Baznas agar kembali pada tujuan awalnya.
“Kepengurusan
Baznas Provinsi Lampung paling unik se-Indonesia. Alhamdulillah, saya telah
membuka AD/ART-nya, dan segera kita perbaiki untuk kembali kepada khittahnya.
Dengan hasil musyawarah mufakat, Dr. Iskandar Zulkarnaen terpilih sebagai Ketua
Baznas. Dengan demikian, polemik kepengurusan Baznas di Lampung sudah selesai.
Lampung siap menerima bantuan Baznas, baik di tingkat provinsi maupun
kabupaten/kota,” ujar Samsudin.
Pj. Gubernur juga menyampaikan apresiasinya kepada Baznas yang telah memberikan kontribusi signifikan selama ini. Ia berharap kepengurusan baru dapat mengelola organisasi tersebut dengan profesional.
“Selamat
kepada Ketua Baznas yang baru saja dilantik. Pengukuhan ini merupakan langkah
penting. Saya percaya Pak Iskandar beserta para wakilnya adalah sumber daya
manusia (SDM) yang mumpuni untuk mengelola Baznas dengan baik. Pemerintah
Provinsi Lampung mengucapkan terima kasih atas karya Baznas selama ini. Semoga
kepengurusan baru ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Lampung,” tambah
Samsudin.
Lebih
lanjut, ia menekankan pentingnya kehadiran Baznas di tengah masyarakat,
termasuk di kalangan generasi muda.
“Baznas
harus hadir di tengah masyarakat. Cobalah survei, apakah kalangan generasi
milenial mengenal Baznas? Jika tingkat pengenalannya masih rendah, berarti kita
belum berhasil. Sosialisasi harus digencarkan, termasuk melalui lembaga
pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Dengan demikian, kita bisa memastikan
program Baznas sudah dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sebagai
lembaga nonpemerintah, Baznas harus mampu merangkul masyarakat untuk
berpartisipasi dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah,” paparnya.
Sementara
itu, Kakanwil Kemenag Provinsi Lampung, Puji Raharjo, juga menyampaikan
harapannya agar kepengurusan Baznas yang baru dapat semakin memperkuat sinergi
dengan Kementerian Agama.
“Baznas
memiliki peran strategis dalam pemberdayaan umat, khususnya melalui pengelolaan
zakat, infak, dan sedekah. Kami berharap, kepengurusan baru ini dapat terus
berkolaborasi dengan Kementerian Agama, baik dalam hal sosialisasi,
pemberdayaan masyarakat, maupun program-program keagamaan lainnya. Mari
bersama-sama kita tingkatkan kebermanfaatan zakat bagi masyarakat Lampung,”
ujar Puji Raharjo.
Pimpinan
Baznas RI Pembina Wilayah Lampung, Prof. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, juga
mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Provinsi Lampung dalam pengukuhan
kepemimpinan Baznas.
“Dengan pengukuhan ini, diharapkan tidak ada lagi persoalan yang merugikan organisasi. Kepada Pak Iskandar Zulkarnaen, Ketua Baznas yang baru dikukuhkan, kami harap dapat segera meminta arahan dari Pj. Gubernur untuk mendukung pelaksanaan tugas,” ucapnya.
Ia
juga menyoroti empat fokus penguatan Baznas, yakni kelembagaan, SDM, sarana dan
prasarana, serta jaringan.
“Baznas
adalah bagian dari pemerintahan. Oleh karena itu, setiap langkah yang akan
dilakukan harus dikonsultasikan dengan Gubernur. Kami berharap Baznas dapat
menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, penurunan
angka stunting, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung,” tambah
Nadratuzzaman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pj. Gubernur Lampung Samsudin, Pimpinan Baznas RI Pembina Wilayah Lampung Prof. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Staf Ahli Gubernur Ganjar Jationo, anggota Forkopimda Provinsi Lampung, Kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, serta pimpinan Baznas kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. (Fadilah/Rizki)