Search

Plt. Kakanwil Kemenag Lampung Ajak Pelajar Kuasai Ekonomi Syariah

plt-kakanwil-kemenag-lampung-ajak-pelajar-kuasai-ekonomi-syariah
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung (Humas) --- Bank Indonesia Perwakilan Lampung menggelar sosialisasi Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN), program Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, dan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), Senin (28/4/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar dan masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah yang semakin relevan dalam dunia pendidikan.

Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung, Erwinto, dalam sambutannya mengajak pelajar Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan sederajat untuk mendalami ekonomi syariah sebagai bekal membangun masa depan.

“Saya mengajak seluruh pelajar dan kita semua untuk mulai mencari tahu, belajar, dan kelak turut memajukan ekonomi berbasis syariah. Jadilah generasi cerdas yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan umum dan agama, tetapi juga memahami sistem ekonomi berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar Erwinto.


Menurut Erwinto, penyelenggaraan OESN 2025 menjadi momentum strategis untuk mendorong penguatan ekonomi syariah di kalangan generasi muda. Ia berharap ajang tersebut tidak hanya memperluas wawasan teoretis, tetapi juga memupuk partisipasi aktif pelajar dalam mendukung perekonomian nasional berbasis prinsip syariah.

Dalam paparannya, Erwinto menyoroti lima manfaat utama dari kegiatan OESN. Selain meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah di sektor pendidikan, OESN juga mendorong inovasi pengembangan ekonomi syariah, memotivasi guru dalam pengajaran, membangun budaya kompetisi yang sehat dan jujur, serta menjaring talenta muda yang berjiwa nilai-nilai syariah.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2025 yang mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Regional.” Tema ini selaras dengan upaya memperkuat perekonomian daerah berbasis prinsip keadilan dan keberkahan syariah.

Erwinto menegaskan bahwa ekonomi syariah bukan hanya berbicara tentang keuntungan material, melainkan juga penerapan nilai-nilai etika dalam praktik ekonomi sehari-hari. “Ekonomi syariah menawarkan alternatif yang beretika bagi sistem konvensional, dengan potensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan pelajar mengenai pentingnya peran ekonomi syariah dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.(Anggithya/R.Hasby/Abdul Aziz)



Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil