Lampung, Kemenag (Humas) — Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Erwinto, secara resmi melepas kontingen Musabaqah Qira’atul Kutub Nasional (MQKN) yang akan mewakili Provinsi Lampung. Acara pelepasan dilaksanakan pada Kamis (25/9/2025) di Aula Pepadun, Kanwil Kemenag Provinsi Lampung.
Kontingen Lampung akan mengikuti
MQKN yang diselenggarakan di Pondok Pesantren As’Adiyah, Sengkang, Kabupaten
Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, pada 30 September hingga 8 Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Erwinto menyampaikan harapan agar para peserta dapat menjaga nama baik Provinsi Lampung serta menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat nasional.
“Saya percaya, kalian adalah para santri terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat. Bawalah nama Lampung dengan penuh kebanggaan, dan tetap junjung tinggi akhlakul karimah selama mengikuti lomba,” ujar Erwinto.
Ia juga menegaskan bahwa ajang ini
bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari jihad intelektual para santri
dalam menjaga warisan keilmuan Islam, karena pada kali ini dilaksanakan juga Musabaqoh Qira’atil Kutub
Internasional Ke-1 Tahun 2025.
“Selamat jalan, selamat sampai
tujuan. Silakan dipacu kemampuannya. Jika menang, bersyukurlah dan jangan
sombong. Jika belum berhasil, jangan berkecil hati. Terus belajar dan
mengabdi,” tambahnya.
Provinsi Lampung mengirimkan total 10 orang dalam kontingen tahun ini, yang terdiri atas 1 orang ketua kontingen, 2 pendamping, 2 official, dan 5 peserta lomba. Para peserta berasal dari sejumlah pondok pesantren ternama di Lampung dan akan berkompetisi dalam berbagai cabang ilmu kitab kuning.
Adapun kelima peserta tersebut antara lain:
- Muammar Ali Akbar, peserta
cabang Nahwu Ula dari Pondok Pesantren Madarijul Ulum.
- Ahmad Fahrezi, peserta cabang Nahwu
Wustho dari Pondok Pesantren Madarijul Ulum.
- Rio Wijaya, peserta cabang Nahwu Ulya
dari Pondok Pesantren Darul Akmal.
- A. Ary Firdaus Ramadhan,
peserta cabang Ilmu Tafsir dari Pondok Pesantren Al Muhsin.
- (Data peserta kelima tidak tercantum secara lengkap
dalam rilis—perlu dikonfirmasi lebih lanjut.)
Seluruh anggota kontingen telah
melalui proses pembinaan dan persiapan intensif oleh tim dari Kanwil Kemenag
Lampung, bekerja sama dengan pengasuh pondok pesantren masing-masing.
MQKN merupakan kompetisi tingkat
nasional yang mempertemukan para santri dari seluruh provinsi untuk menguji
kemampuan membaca, memahami, dan menguraikan isi kitab kuning. Kegiatan ini
menjadi sarana strategis dalam memperkuat tradisi keilmuan Islam serta
mempererat ukhuwah antar pondok pesantren se-Indonesia.
Kemenag Lampung menargetkan capaian prestasi maksimal dari seluruh peserta sebagai kontribusi nyata dalam menjaga keberlangsungan tradisi pesantren yang berakar kuat pada literasi keislaman klasik. (Humas)
