Lampung, Kemenag (Humas) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung melalui Bidang Pendidikan Madrasah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta dan Silaturahmi Daerah (Silatda) bagi para pengawas madrasah. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 15–17 Oktober 2025, dan dipusatkan di Lampung.
Kegiatan ini dirancang untuk
meningkatkan kapasitas serta kepekaan para pengawas terhadap dinamika yang
terjadi di satuan pendidikan madrasah binaan mereka. Selain itu, kegiatan ini
juga menjadi momentum reorganisasi kepengurusan pengawas madrasah se-Provinsi
Lampung.
Pelaksana tugas Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Erwinto, saat membuka kegiatan yang turut didampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Rifa’i, menekankan pentingnya peran strategis pengawas dalam ekosistem pendidikan.
“Pengawas adalah ruh dari guru. Perannya bahkan lebih penting daripada metode maupun materi ajar. Pengawas harus memahami program madrasah dan peka terhadap persoalan yang terjadi di dalamnya,” ujar Erwinto.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan proses pembelajaran tidak semata bergantung pada modul atau sistem yang baik, tetapi lebih pada peran aktif guru dalam membentuk karakter dan kesuksesan peserta didik. Untuk itu, pengawas diharapkan membangun komunikasi yang rutin dengan madrasah binaan, baik secara triwulanan maupun per semester.
“Kurikulum Cinta adalah penjabaran
dari program strategis Menteri Agama. Di dalamnya terkandung nilai-nilai
ekoteologi cinta yang harus kita tanamkan dalam praktik pendidikan. Mari kita
bekerja sesuai tugas dan fungsi, serta mengawasi dengan sepenuh hati,”
imbuhnya.
Ketua panitia pelaksana, Dhoni
Kurniawati, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya
sebatas bimtek peningkatan kompetensi, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi
organisasi melalui pemilihan kepengurusan baru pengawas madrasah.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk
menata kembali struktur organisasi berdasarkan program kerja, mempererat
silaturahmi, serta meningkatkan profesionalisme pengawas madrasah di seluruh
Lampung,” jelas Dhoni.
Kegiatan ini diikuti oleh 153 peserta yang terdiri dari pengawas RA, MI, MTs, dan MA, serta pengurus madrasah dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. (Fadilah/Rizki)
