Search

Pramuka sebagai Agen Budaya dan Karakter: Studi Kasus Persembahan Tarian Nemui Nyimah pada Hari Guru Nasional

pramuka-sebagai-agen-budaya-dan-karakter-studi-kasus-persembahan-tarian-nemui-nyimah-pada-hari-guru-nasional
Fotografer: Humas Kanwil

Way Kanan, MAN 1 (Humas). Pramuka MAN 1 Way Kanan turut memeriahkan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 dengan mempersembahkan tarian tradisional Nemui Nyimah sebagai bentuk penghormatan kepada para pendidik. Kegiatan berlangsung di lapangan utama madrasah bersamaan dengan rangkaian upacara HGN. Penampilan ini menjadi simbol apresiasi peserta didik kepada guru melalui ekspresi budaya daerah Lampung, sekaligus menunjukkan komitmen madrasah dalam melestarikan kesenian lokal.

Tarian Nemui Nyimah, yang dikenal sebagai representasi sikap ramah, santun, dan penuh kehangatan khas budaya Lampung, dibawakan oleh anggota Pramuka dengan penuh penghayatan. Gerakan lembut dan serasi menggambarkan nilai-nilai persaudaraan, penghormatan, serta penghargaan kepada para guru yang telah membimbing dan mendidik dengan penuh ketulusan. Penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat dengan pesan moral tentang pentingnya menjaga nilai kearifan lokal dalam kehidupan pendidikan.

Kepala MAN 1 Way Kanan, Ahmad Zazili, memberikan apresiasi atas penampilan tersebut dan menegaskan bahwa integrasi seni budaya dalam kegiatan madrasah merupakan upaya strategis untuk memperkaya karakter peserta didik. Menurutnya, kemampuan siswa menampilkan seni tradisional pada momen nasional menjadi bukti bahwa pendidikan madrasah tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan jati diri dan cinta budaya. Guru pembina Pramuka juga menambahkan bahwa latihan intensif dilakukan sebagai bagian dari pembinaan karakter, disiplin, dan kerja sama.

Melalui persembahan tarian Nemui Nyimah ini, MAN 1 Way Kanan berharap dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah sekaligus memperkuat hubungan emosional antara siswa dan guru. Kegiatan ini juga menjadi contoh konkret implementasi pendidikan berbasis karakter dan budaya di madrasah. Dengan mengangkat seni tradisional dalam momentum HGN, MAN 1 Way Kanan menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan modern. (Joe)

Editor: Fadilah


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil