Pringsewu – Prilaku bangga dengan dosa-dosa semakin marak di kalangan remaja dan mengancam akhlak generasi muda. Padahal hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilai dan norma dalam agama dan kehidupan sosial.
Marak siswa yang pada dasarnya baik namun karena ikut-ikutan dengan kelompok atau gank yang tidak baik, ikut tertular akhlak buruk. Keburukan-keburukan yang dilakukan seolah menjadi sebuah kebanggaan dan menjadikannya merasa hebat.
Terkait dengan hal ini, Guru Bimbingan Konseling MAN 1 Pringsewu, Erni Widiasari. Dalam pidatonya, Erni mengingatkan para siswa untuk selalu memiliki harapan menjadi anak yang baik dan berprestasi menjauhi sifat dan perilaku tersebut.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga diri dari pengaruh buruk. Tidak mudah terpengaruh oleh teman yang memiliki perilaku dan kebiasaan buruk seperti merokok,” tegasnya.
Ia juga menyoroti fenomena di mana siswa merasa disisihkan jika tidak ikut dalam kebiasaan buruk kelompoknya.
"Ada tekanan sosial yang membuat siswa merasa perlu mengikuti perilaku negatif teman-temannya agar diterima dalam kelompok. Ini adalah masalah serius yang harus diatasi bersama. Seperti kebiasaan buruk merokok,” kata Erni.
Ia pun mengungkapkan bahaya merokok dan dampak negatif dari sisi kesehatan dan mental. Kebiasaan merokok pelajar menjadikan seseorang kecanduan dan berbuat hal-hal yang negatif.
"Merokok bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga mempengaruhi mental dan moral seseorang,” katanya menyampaikan keprihatinannya mengenai hal ini saat upacara bendera, Senin (29/7/2024) di lapangan MAN 1 Pringsewu.
Dalam hal ini, MAN 1 Pringsewu sudah memiliki peraturan yang harus ditaati oleh seluruh siswa termasuk larangan merokok.
“Peraturan dibuat untuk kebaikan bersama. Mari kita patuhi aturan yang ada, demi masa depan yang lebih baik dan berakhlak mulia,” tutupnya pada upacara bendera yang dihadiri oleh seluruh siswa dan staf pengajar MAN 1 Pringsewu. (LTE)
