Lampung (Humas) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Puji Raharjo, menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka merupakan inovasi pendidikan yang dirancang untuk memberikan lebih banyak kebebasan kepada sekolah dan guru dalam mengelola proses pembelajaran. Kurikulum ini berfokus pada pengembangan potensi dan karakter siswa, yang diharapkan mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan.
“Kurikulum ini menekankan pembelajaran yang lebih fleksibel, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan siswa. Ini juga mendorong kreativitas dan inovasi dalam proses pembelajaran,” ujar Puji dalam sambutannya pada kegiatan Diseminasi KMA Nomor 450 Tahun 2024, Sabtu (31/8) di Aula MAN 1 Lampung Barat.
Lebih lanjut, Puji menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan otonomi kepada sekolah untuk menyesuaikan pembelajaran dengan konteks lokal dan kebutuhan unik para siswa. Hal ini memungkinkan guru untuk merancang metode pembelajaran yang lebih bervariasi, sesuai dengan karakteristik siswa tanpa harus terikat pada kerangka kurikulum yang kaku.
“Kurikulum ini juga mengedepankan pembelajaran berbasis proyek, di mana siswa dapat mengeksplorasi topik yang menarik minat mereka secara mendalam. Pendekatan ini bertujuan untuk mengembangkan berbagai keterampilan seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Dengan demikian, siswa akan lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan di dunia nyata,” jelasnya.
Puji menambahkan, Kurikulum Merdeka memberi ruang bagi siswa untuk lebih banyak belajar dari pengalaman langsung, proyek nyata, dan keterampilan hidup yang relevan dengan dunia nyata. “Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dari lingkungan sekitar dan dunia kerja. Hal ini mempersiapkan mereka untuk menghadapi kehidupan nyata dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang relevan,” imbuhnya.
Selain itu, Puji menekankan pentingnya Profil Pelajar Pancasila sebagai landasan Kurikulum Merdeka. Profil ini bertujuan membentuk siswa dengan karakter dan nilai-nilai yang sesuai dengan ideologi Pancasila. Menurut Puji, setiap aspek pembelajaran dalam kurikulum ini tidak hanya mengacu pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pada pengembangan karakter siswa yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
“Profil Pelajar Pancasila menggambarkan enam ciri utama yang harus dimiliki oleh setiap pelajar Indonesia, yaitu Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia, Berkebinekaan Global, Gotong Royong, Mandiri, Bernalar Kritis, dan Kreatif,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Puji juga menekankan bahwa Kurikulum Merdeka dirancang untuk menumbuhkan kompetensi yang mendalam, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Keterampilan yang harus dikembangkan oleh peserta didik meliputi berpikir kritis, kreativitas dan inovasi, kolaborasi, serta komunikasi yang efektif.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Ketua Tim Bidang Pendidikan Madrasah, Kepala Kemenag Kabupaten Lampung Barat dan Pesisir Barat, Kepala MAN 1 Lampung Barat, Kepala Madrasah Se-Kabaputen Lampung Barat, serta sejumlah pejabat lainnya. (Anggithya/R. Hasby)
