Bandar Lampung, Kemenag (Humas) --- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung menegaskan pentingnya penguatan kapasitas perempuan ASN melalui bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar di lingkungan kantor setempat, Senin (25/5/2026).
Ketua DWP Kemenag Kota Bandar Lampung, Hj. Zaenab Erwinto, mengatakan organisasi perempuan tidak cukup hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga harus mampu menjadi wadah pengembangan diri dan pemberdayaan anggota.
"DWP harus mampu melahirkan anggota yang aktif, produktif, dan terus berkembang. Organisasi ini harus menjadi ruang belajar bersama agar setiap anggota memiliki wawasan, kepercayaan diri, dan kemampuan untuk memberi manfaat, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat," ujarnya.
Dalam bidang pendidikan, anggota DWP didorong menjadikan organisasi sebagai sarana bertukar pengalaman dan memperluas pengetahuan. Sementara pada bidang ekonomi, rakor menekankan pentingnya membangun semangat kemandirian dan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan. "Organisasi harus mampu memberi dampak nyata bagi anggotanya. Ketahanan keluarga juga lahir dari kemampuan untuk tumbuh, mandiri, dan saling menguatkan," katanya.
Pada bidang sosial budaya, rakor juga membahas pentingnya memperkuat silaturahmi yang membawa nilai manfaat dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.Selain itu, anggota DWP diingatkan agar terus menjaga nilai moderasi beragama dalam kehidupan sosial sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian Agama,
“Kementerian Agama hadir untuk seluruh umat beragama. Karena itu, anggota DWP juga harus mampu menjadi teladan dalam membangun sikap toleran, menghargai perbedaan, dan menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat," ujar Zaenab.
Rakor DWP tersebut dirangkai dengan pelatihan tata rias wajah bersama Ultima II yang diikuti anggota DWP Kemenag Kota Bandar Lampung yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota dalam merawat serta menampilkan diri secara percaya diri dan profesional. Menurut Zaenab, merawat diri bukan sekadar penampilan, tetapi bagian dari bentuk rasa syukur atas anugerah yang diberikan Allah SWT.
"Mempercantik diri adalah bentuk kecerdasan dalam menghargai anugerah Allah. Perempuan harus mampu tampil rapi, cantik, menarik, dan percaya diri tanpa meninggalkan nilai kesederhanaan dan etika," ujarnya.
