Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Rakor Intervensi Spesifik Stunting Pemkab Way Kanan, Kakankemenag Harapkan Dukungan Pemda terhadap Madrasah dan Ponpes

Kamis, 30 Mei 2024 Humas Way Kanan
Rakor Intervensi Spesifik Stunting Pemkab Way Kanan, Kakankemenag Harapkan Dukungan Pemda terhadap Madrasah dan Ponpes
Humas Way Kanan
Humas Way Kanan

Way Kanan, Kemenag (Humas) - - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan menghadiri  kegiatan Rapat Koordinasi Intervensi Spesifik Stunting dan Pelaksanaan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Kabupaten Way Kanan yang dilaksanakan di Ruang Buway Pemuka Pengiran Tuha (Ruang Rapat Utama Pemda), Kamis (30/5/2024).

Rapat tersebut dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah Way Kanan, Saipul  dan dihadiri oleh Kepala OPD terkait, Kepala UPT Puskesmas se-Way Kanan, dan Narasumber dari Satgas Stunting.

Dalam kesempatannya pada Rakor tersebut Kepala Kantor Kemenag menjelaskan atas peranan Kementerian Agama dalam Intervensi Stunting, Kakankemenag menyoroti pentingnya bimbingan perkawinan bagi para calon pengantin dalam rangka memberikan persiapan yang matang bagi mereka yang akan memasuki bahtera pernikahan.

“Calon pengantin yang mendaftaran perkawinannya akan dilakukan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) oleh KUA karena dengan pemahaman yang baik dan kesiapan yang matang calon pengantin diharapkan mampu menjalankan pernikahan yang harmonis dan bahagia” ucapnya.

Disamping itu, untuk mencegah stunting pada anak, Kemenag melakukan berbagai upaya selain Bimwin seperti Penyuluh Agama masuk Madrasah untuk mensosialisasi pernikahan dini.

Dengan adanya sosialisasi pernikahan dini di madrasah, diharapkan kesadaran oleh peserta didik akan bahaya pernikahan dini dapat semakin tumbuh di kalangan generasi muda, sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dan bertanggung jawab mengenai masa depan mereka,” ujarnya.

Selain itu, Kakankemenag mengharapkan peran Pemerintah Daerah melalui Puskesmas dalam pencegahan stunting pada Madrasah Aliyah dan Pondok Pesantren. Kerja sama antara Puskesmas, Madrasah, dan Pondok Pesantren dapat menjadi strategi yang efektif dalam mencegah stunting.

Melalui kerja sama ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, serta memberikan akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan yang diperlukan untuk mencegah stunting pada anak dalam pernikahan pungkas Masir (Hand/Fit).

Editor : Fadilah