Lampung Barat, MTsN 1 (Humas) - - Kepala MTsN 1 Lampung Barat Desi Arisandi, S.Pd.I., M.MPd., memimpin langsung rapat rutin bulanan yang dilaksanakan pada Selasa (2/9/2025) di Laboratorium CBT (Computer Based Test) madrasah.
Rapat dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan dihadiri oleh Atafik,S.Pd.I.,MM. seluruh jajaran guru, staf TU, serta para wakil kepala madrasah.
Dalam sambutannya, Desi Arisandi menyampaikan beberapa agenda penting yang menjadi fokus madrasah ke depan. Salah satu agenda utama yang disoroti adalah persiapan menuju penilaian Adiwiyata tingkat Mandiri, sebuah program nasional yang bertujuan menjadikan madrasah sebagai tempat pembelajaran yang peduli dan berbudaya lingkungan.
“Kita harus menunjukkan bahwa MTsN 1 Lampung Barat layak untuk melangkah ke tingkat Adiwiyata Mandiri. Ini bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga soal karakter, kerja sama tim, dan komitmen bersama,” ujar Desi dalam sambutannya.
Desi menekankan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh stakeholder madrasah, mulai dari guru, siswa, pegawai TU, hingga petugas kebersihan. Menurutnya, keberhasilan program Adiwiyata tidak bisa dicapai tanpa sinergi yang solid dari semua pihak.
Seluruh peserta rapat terlihat antusias dalam menyambut agenda tersebut. Mereka juga menyampaikan kesiapan untuk mendukung setiap kegiatan yang dirancang sebagai bagian dari proses menuju predikat Adiwiyata Mandiri.
Selain membahas Adiwiyata, rapat juga menjadi ajang untuk mendengarkan berbagai laporan dari masing-masing wali kelas. Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Erya Sujannah, S.Pd., secara langsung meminta para wali kelas untuk memberikan update terkait perkembangan akademik dan karakter siswa di kelas masing-masing.
“Laporan ini penting sebagai bahan evaluasi dan pemetaan strategi pengajaran ke depan. Kita ingin memastikan bahwa tidak ada peserta didik yang tertinggal baik dalam aspek akademik maupun pembinaan karakter,” kata Erya dalam sesi diskusi.
Erya juga memperkenalkan dan mensosialisasikan program kurikulum berbasis cinta, sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada kasih sayang, empati, dan pendekatan humanis terhadap peserta didik. Program ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan membangun kedekatan emosional yang sehat antara guru dan siswa.
“Kurikulum berbasis cinta bukan berarti mengesampingkan kedisiplinan, tapi justru membangun kesadaran dari dalam diri siswa untuk belajar dengan motivasi yang positif,” jelas Erya.
Program tersebut mendapat respons positif dari para guru. Mereka menilai pendekatan ini relevan dengan kondisi psikologis siswa zaman sekarang yang cenderung membutuhkan ruang dialog, penghargaan, dan pendekatan yang lebih personal.
Rapat juga membahas beberapa hal teknis lainnya, seperti evaluasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM), persiapan ujian tengah semester, serta agenda-agenda pengembangan ekstrakurikuler madrasah.
Di akhir rapat, Kepala Madrasah kembali mengingatkan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang intens antar guru dan pihak manajemen madrasah. Ia berharap setiap program yang dijalankan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas madrasah.
“Tidak ada program yang bisa berjalan tanpa komunikasi yang baik. Madrasah ini milik kita bersama, maka mari kita jaga dan kembangkan dengan semangat kekeluargaan dan profesionalisme,” pungkas Desi.
Rapat kemudian ditutup Seluruh peserta rapat meninggalkan ruang lab CBT dengan membawa semangat baru untuk terus berkontribusi dalam kemajuan MTsN 1 Lampung Barat.
Dengan berbagai program yang telah dirancang dan semangat kolaboratif yang terus dijaga, MTsN 1 Lampung Barat optimis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan serta meraih prestasi baik di tingkat regional maupun nasional. (Betrik/Mela Basyar)
