Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Ribuan Umat Hadiri Pujawali Ke-81, Penyuluh Hindu Lampung Tengah Serukan Implementasi Karma Phala

Minggu, 28 Juni 2026 Humas Lampung Tengah Editor: Aziz
Ribuan Umat Hadiri Pujawali Ke-81, Penyuluh Hindu Lampung Tengah Serukan Implementasi Karma Phala
Humas Lampung Tengah
Humas Lampung Tengah
Foto: Ria

Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Komitmen penguatan pembinaan umat melalui penyebarluasan nilai-nilai ajaran keagamaan terus diwujudkan melalui berbagai ruang pengabdian. Pada momentum perayaan suci umat Hindu, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada, dipercaya menyampaikan Dharma Wacana dalam rangkaian puncak Pujawali ke-81 Pura Kahyangan Jagat Kerthi Bhuana, yang berlangsung di Way Lunik, Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026).

Pelaksanaan Pujawali yang bertepatan dengan peringatan Hari Suci Kuningan tersebut dihadiri ribuan umat Hindu dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Momentum keagamaan tahunan ini menjadi salah satu agenda spiritual penting yang mempertemukan umat dalam semangat persembahyangan bersama, penguatan sradha dan bhakti, sekaligus mempererat persatuan umat Hindu di Provinsi Lampung.

Pada penyelenggaraan tahun ke-81 ini, Kabupaten Lampung Selatan mendapat mandat sebagai panitia pelaksana. Seluruh prosesi upacara berlangsung tertib, sakral, dan penuh kekhusyukan, mencerminkan tingginya semangat kebersamaan umat dalam menjaga kelestarian tradisi serta menjalankan nilai-nilai luhur ajaran Hindu yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam kesempatan tersebut, I Ketut Ginada menyampaikan Dharma Wacana bertema "Nilai-Nilai Karma Phala dalam Kehidupan Sehari-hari." Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa ajaran Karma Phala merupakan fondasi moral yang mengajarkan prinsip universal tentang hukum sebab akibat, di mana setiap tindakan manusia akan melahirkan konsekuensi yang setara dengan perbuatannya.

Menurutnya, pemahaman terhadap konsep tersebut menjadi landasan penting bagi umat untuk membangun kesadaran spiritual dalam kehidupan modern. Umat didorong untuk senantiasa menjaga pikiran, perkataan, dan tindakan agar tetap berada dalam koridor dharma, sehingga mampu menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, damai, berkeadaban, serta bertanggung jawab terhadap sesama.

Lebih jauh disampaikan bahwa implementasi ajaran Karma Phala tidak berhenti pada dimensi ritual keagamaan semata, melainkan harus diwujudkan dalam perilaku nyata di tengah kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai kejujuran, rasa hormat terhadap sesama, etos kerja yang dilandasi keikhlasan, serta kepedulian menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam dan Tuhan menjadi bagian integral dari praktik spiritual yang sesungguhnya.

Pelaksanaan Pujawali ke-81 ini menegaskan bahwa keberagamaan tidak hanya hadir dalam simbol-simbol ritual, tetapi juga menjadi energi moral dalam membangun kehidupan sosial yang rukun, inklusif, dan penuh kebajikan. Diharapkan, semangat kebersamaan yang terbangun melalui momentum suci ini semakin memperkuat pengamalan ajaran Hindu di tengah masyarakat serta menghadirkan kehidupan yang selaras dalam tuntunan dharma menuju kerahayuan lahir dan batin.