Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Road To Champion, Penyuluh Hindu Lamteng Kawal Persiapan Pasraman Menuju UDG 2026

Rabu, 01 Juli 2026 Humas Lampung Tengah Editor: Aziz
Road To Champion, Penyuluh Hindu Lamteng Kawal Persiapan Pasraman Menuju UDG 2026
Humas Lampung Tengah
Humas Lampung Tengah
Foto: Ria

Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Upaya memperkuat pembinaan generasi muda berlandaskan nilai-nilai spiritual, budaya, dan karakter keagamaan terus menjadi bagian penting dalam pembangunan kehidupan beragama yang berkelanjutan. Dalam rangka mempersiapkan peserta terbaik menghadapi ajang Utsawa Dharma Gita (UDG) Tingkat Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2026, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada, mengintensifkan kegiatan pembinaan kepada siswa Pasraman Wit Mulyo yang berlangsung di Kampung Indra Putra Subing, Kecamatan Terbanggi Besar, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan pembinaan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi pelaksanaan Utsawa Dharma Gita Kabupaten Lampung Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 10–11 Juli 2026. Program latihan dilakukan secara intensif guna memastikan para peserta memiliki kesiapan yang matang, baik dari sisi kemampuan teknis, pemahaman materi, maupun kesiapan mental dalam mengikuti kompetisi keagamaan tingkat kabupaten tersebut.

Dalam proses pembinaan, para siswa diberikan penguatan pada berbagai cabang Dharma Gita, meliputi teknik pelafalan, penghayatan makna, ketepatan intonasi, hingga pendalaman nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam setiap lantunan suci keagamaan Hindu. Selain aspek kompetisi, pembinaan juga diarahkan untuk membangun rasa percaya diri, kedisiplinan, konsistensi latihan, serta menumbuhkan semangat belajar yang positif di kalangan peserta didik.

Penyuluh Agama Hindu Lampung Tengah menegaskan bahwa kegiatan pembinaan ini merupakan bagian dari implementasi nyata semangat pelayanan Kementerian Agama sebagaimana tercermin dalam nilai dasar "Membina, Mendidik, dan Membimbing." Menurutnya, proses pembelajaran keagamaan tidak boleh berhenti pada aspek kemampuan teknis semata, melainkan harus mampu membentuk karakter generasi muda yang memiliki kesadaran spiritual, kecintaan terhadap budaya keagamaan, serta komitmen menjaga nilai-nilai luhur ajaran Hindu di tengah perkembangan zaman.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, para peserta diharapkan tidak hanya mampu menampilkan performa terbaik dalam ajang Utsawa Dharma Gita, tetapi juga memahami bahwa setiap proses belajar merupakan bagian dari upaya memperkuat sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus menjaga warisan nilai-nilai spiritual yang telah menjadi fondasi kehidupan umat Hindu secara turun-temurun.

Dalam arahannya kepada para siswa Pasraman Wit Mulyo, Penyuluh Agama Hindu mengajak seluruh peserta untuk menjadikan ajang Utsawa Dharma Gita bukan semata kompetisi, melainkan ruang pembelajaran untuk mengembangkan bakat, memperkuat kedisiplinan, melatih tanggung jawab, serta membangun rasa bangga terhadap identitas budaya dan tradisi keagamaan yang dimiliki.

"Generasi muda Hindu memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai dharma di masa depan. Karena itu, setiap proses latihan harus dijalani dengan sungguh-sungguh, penuh disiplin, dan dilandasi semangat belajar yang tulus. Utsawa Dharma Gita bukan hanya tentang perlombaan, tetapi tentang bagaimana menanamkan kecintaan terhadap ajaran agama sekaligus membentuk karakter yang kuat sejak usia dini," ujar I Ketut Ginada.

Melalui penguatan pembinaan yang terus dilakukan, Kementerian Agama berharap lahir generasi muda Hindu yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang cerdas, berkarakter, berbudaya, serta memiliki komitmen kuat untuk menjaga ajaran agama dan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ke depan, pembinaan keagamaan berbasis pendidikan karakter seperti ini diharapkan terus menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi penerus umat yang mampu menghadapi tantangan modernisasi tanpa kehilangan identitas spiritual, budaya, serta nilai luhur yang menjadi kekuatan utama kehidupan beragama di Indonesia.