Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Road to Hari Santri 2024, Ketua DWP Kemenag Pesawaran Ikuti Istighosah dan Deklarasi Ramah Anak

Kamis, 03 Oktober 2024 Humas Pesawaran
Road to Hari Santri 2024, Ketua DWP Kemenag Pesawaran Ikuti Istighosah dan Deklarasi Ramah Anak
Humas Pesawaran
Humas Pesawaran

Pesawaran (Humas) – Road to Hari Santri 2024, Ketua DWP Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Hj. Sumiyati Farid Wajedi, mengikuti kegiatan istighosah bersama dan deklarasi ramah anak, melalui zoom meeting, Kamis, 3 Oktober 2024.

Istighosah bersama dan deklarasi ramah anak merupakan kerjasama antara Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam dengan DWP Kemenag RI, Kemen PPPA dan KPAI. Dengan menghadirkan narasumber Dr. Nahar, SH, M.Si., (Deputi Perlindungan Khusus Anak, Kemen PPPA) - Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak, Hj.Ai Rahmayanti, S.Sos.I, M.Ag (Komisioner KPAI) - Pengawasan Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan di Pesantren, Hj.Badriyah Fayumi, Lc.,MA, (Anggota Majelis Masyayikh) - Islam, Anak, dan Keberpihakan Negara Menuju Lahirnya Generasi Terbaik Bangsa, KH. Hudri Arif (Ketua RMI PBNU) - Pesantren NU dan Upaya Menihilkan Munculnya Kekerasan di Pesantren- Pesantren Berbasis NU.

Penasihat DWP Kementerian Agama RI, Hj. Eny Retno Yaqut, selaku keynote speaker mengatakan bahwa dalam menyongsong Indonesia emas Tahun 2045 yang diharapkan dari pesantren untuk Indonesia diantaranya, pertama; melestarikan dan melanjutkan sistem pendidikan masyarakat yang tetap mempertahankan ke-Indonesiannya. Kedua; mengubah sistem aristokrasi dalam sistem pendidikan dan menjadikannya lebih demokratis bagaimana peran pesantren dalam menyiapkan santri-santri terbaik dalam menyongsong Indonesia emas. Penguatan pendidikan pesantren diharapkan mampu menyiapkan kurikulum yang terintegrasi yang menggabungkan ilmu pengetahuan Islam dengan ilmu pengetahuan umum serta persepsi teknologi dan pengetahuan modern kemudian juga ditambah dengan kesiapan fasilitas pendukung.

Lebih lanjut Eny menyampaikan pesantren sebagai pusat pengembangan pendidikan yang banyak dinikmati oleh masyarakat Indonesia menjadi satu-satunya institusi pendidikan pribumi yang memberikan kontribusi sangat besar dalam membentuk masyarakat dan generasi yang melek huruf dan melek agama.

“Pendidikan yang dilaksanakan di pesantren harus berorientasi pada kebutuhan anak baik kebutuhan fisik maupun psikisnya baik kebutuhan spiritual maupun intelektual. Pesantren harus siap membimbing dan mendampingi santri agar memiliki ketahanan yang kuat terhadap tantangan modern dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Islam mereka dan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan jauh dari kekerasan, baik kekerasan verbal, kekerasan fisik dan psikis apalagi seksual dengan berbagai kasus kekerasan yang terlaporkan,” ujar Penasihat DWP.

Ketua DWP Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Hj. Sumiyati Farid Wajedi, menyampaikan bahwa kegiatan istighosah bersama dan deklarasi ramah anak ini merupakan langkah positif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi perkembangan anak-anak di lingkungan pesantren. Sumiyati mengapresiasi upaya bersama yang melibatkan berbagai elemen dalam menjaga dan memastikan hak-hak anak terlindungi. (Sinta/Bagus)

Editor : Fadilah