Pringsewu — Setiap siswa memiliki pengalaman dan pandangan yang berbeda terhadap pelajaran di sekolah. Setiap pelajaran memiliki tantangannya masing-masing, dan setiap siswa memiliki cara tersendiri dalam menghadapinya.
Meski tidak semua pelajaran langsung disukai, usaha untuk
terus belajar dan mencoba tetap menjadi hal yang penting. Siapa tahu, pelajaran
yang hari ini terasa sulit bisa menjadi pelajaran favorit di masa depan
Bagi M. Huda Altamam, salah satu siswa MAN 1 Pringsewu,
perjalanan akademik yang dijalaninya penuh warna—mulai dari pelajaran yang ia
sukai hingga yang menjadi tantangan besar.
"Pelajaran favorit saya itu Kimia, Ekonomi, dan Bahasa
Inggris." Katanya.
Ketiga mata pelajaran tersebut memang dikenal menuntut
kemampuan logika dan pemahaman konsep, terutama Kimia dan Ekonomi yang penuh
dengan rumus. Namun justru hal itulah yang membuat Huda merasa tertantang dan
tertarik.
"Di dua pelajaran itu kan terdapat rumus, dan rumus itu
bisa bikin kepala pusing. Tapi kalau kita sudah selesai ngerjainnya, rasanya
ada kepuasan tersendiri. Jadi ya, asyik aja gitu," ujarnya sambil
tersenyum.
Bagi Huda, menyelesaikan soal-soal rumus ibarat menaklukkan
tantangan yang menghasilkan rasa bangga tersendiri.
Namun, di balik semangatnya terhadap pelajaran favorit, Huda
juga mengakui ada pelajaran yang sulit untuk ia kuasai.
"Menurut saya, Tahfidz dan Bahasa Arab adalah pelajaran
yang paling sulit," ujarnya pada Jumat (23/5/2025).
Bukan karena ia tidak menyukai pelajaran tersebut, melainkan
karena keduanya menuntut kemampuan menghafal yang tinggi.
"Karena dua pelajaran itu termasuk menghafal kata-kata,
dan saya ini termasuk orang yang susah menghafal atau mengingat
kata-kata," jelasnya.
Menghafal ayat-ayat Al-Qur’an maupun kosakata Bahasa Arab
menjadi tantangan tersendiri baginya. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, Huda
tidak tinggal diam. Ia aktif mencari bantuan dari teman-temannya yang lebih
memahami materi.
"Biasanya saya bertanya ke teman yang lebih ngerti,
biar saya bisa memahami pelajaran itu, walaupun sedikit demi sedikit,"
tambahnya.
Ketika ditanya apakah pelajaran yang sulit bisa berubah
menjadi pelajaran favorit jika terus dipelajari, Huda menjawab jujur bahwa
kemungkinan tersebut cukup kecil.
"Kemungkinannya sih kecil, ya. Dalam hati saya tuh kayak berkata 'nggak bisa'. Tapi kan pemikiran orang beda-beda, cuma dalam diri saya tuh kayak belum ada kemampuan untuk itu," pungkasnya. (Zahra Laila Istiana)
