Pringsewu, Bertubuh kekar dan rambut sedikit panjang, inilah penampilan petugas keamanan MAN 1 Pringsewu. Meskipun baru dua tahun bertugas di madrasah ini, pria yang kini berusia 50 tahun ini telah memberikan dedikasi dan pelayanan yang baik kepada madrasah, siswa, dan lingkungan.
Adalah Aris Gunandi sosok satpam yang pada beberapa lalu sempat diwawancarai Laskar Tinta Emas MAN 1 Pringsewu. Ia mengisahkan, sebelum menjadi satpam di MAN 1 Pringsewu, ia sudah melakoni berbagai pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
Namun, perjalanan hidup membawanya ke jalur baru ketika ia memutuskan untuk menjadi petugas keamanan. Setelah melewati berbagai tahap seleksi dan pelatihan, Aris akhirnya resmi diangkat menjadi Satpam di MAN 1 Pringsewu pada tahun 2022.
Bagi Aris, menjadi seorang satpam bukan sekadar menjaga keamanan lingkungan madrasah. Ia melihat pekerjaannya sebagai sebuah misi penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa, guru, serta seluruh civitas akademika dimadrasah.
"Saya merasa bangga bisa berkontribusi pada pendidikan di sini, walaupun mungkin hanya dari sisi keamanan," ujarnya dengan senyum yang khas saat ditemui di pos satpam.
Menurutnya, menjadi satpam tidak selalu mudah. Aris harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari menjaga ketertiban lalu lintas di sekitar madrasah hingga menghadapi situasi yang tak terduga. Salah satu tantangan yang sering dihadapi Aris adalah mengatur arus lalu lintas di depan madrasah, terutama pada pagi hari saat siswa datang dan siang hari ketika mereka pulang.
Aris juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap tamu yang datang ke madrasah tercatat dengan baik, demi keamanan semua orang di dalam lingkungan madrasah. Di era modern seperti saat ini, di mana keamanan dan keselamatan menjadi hal yang sangat krusial, peran Aris sebagai satpam menjadi sangat penting.
Namun, tak hanya tugas fisik yang menantang. Aris juga harus memiliki keterampilan interpersonal yang baik. Ia harus mampu berkomunikasi dengan siswa, guru, dan tamu dengan sopan dan ramah, tetapi tetap tegas dalam menjalankan tugas.
"Sebagai satpam, saya harus bisa bersikap ramah, tetapi juga tetap waspada. Itu adalah keseimbangan yang penting dalam pekerjaan saya," kata Aris.
Salah satu hal yang membuat Aris menjadi sosok yang dicintai di MAN 1 Pringsewu adalah kedekatannya dengan siswa. Meskipun tugas utamanya adalah menjaga keamanan, Aris selalu berusaha untuk berinteraksi dengan siswa dengan cara yang positif. Ia sering menyapa mereka di pagi hari, memberikan senyuman, dan bahkan kadang-kadang memberikan nasihat ringan jika melihat ada siswa yang tampak lesu atau kurang bersemangat.
Kedekatan ini bukan hanya membuat suasana madrasah menjadi lebih hangat, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Siswa merasa dihargai dan diperhatikan, dan ini membuat mereka lebih menghormati Aris sebagai petugas keamanan.
Bagi Aris, bekerja sebagai satpam bukan hanya soal mendapatkan gaji. Ia menganggap pekerjaan ini sebagai panggilan hati. "Saya ingin anak-anak di sini bisa belajar dengan tenang, tanpa harus khawatir dengan keamanan," jelasnya.
Motivasi ini yang membuatnya selalu bersemangat dalam menjalankan tugas, meskipun usianya kini sudah menginjak setengah abad.
Tidak jarang, Aris harus bekerja ekstra keras, terutama saat ada kegiatan besar di madrasah, seperti ujian nasional atau acara peringatan hari besar. Namun, ia tidak pernah mengeluh. Baginya, melihat siswa dan guru dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.
Meski sudah dua tahun bertugas, Aris masih merasa memiliki banyak hal yang bisa diberikan kepada MAN 1 Pringsewu. Ia berharap bisa terus bekerja di madrasah ini hingga masa pensiunnya tiba. Selain itu, ia juga berharap bisa terus belajar dan mengembangkan diri agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.
"Saya bersyukur bisa bekerja di tempat ini. Lingkungannya baik, siswa-siswinya juga ramah. Semoga ke depan saya bisa terus bekerja dengan baik dan membantu menjaga keamanan di sini," tutupnya dengan penuh harap.
Kisah Aris Gunandi adalah contoh nyata bahwa di balik peran-peran sederhana yang mungkin sering diabaikan, terdapat dedikasi dan komitmen luar biasa. Aris bukan hanya seorang satpam, tetapi juga penjaga semangat dan keamanan bagi para siswa yang kelak akan menjadi generasi penerus bangsa. (Elsa dan Seni)