Lampung (Humas) -- Sebanyak 29 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kinerja (PPPK) di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung mengikuti Pembukaan Orientasi PPPK Kementerian Agama RI yang digelar secara daring dan luring di Aula Saibatin Kanwil Kemenag Lampung, Rabu (25/1/2024).
Tampak hadir dalam kegiatan ini Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Kepala Bagian Tata Usaha, dan Ketua Tim Kerja Kepegawaian.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas. “Kementerian Agama menerima PPPK kurang lebih 40ribu. Terbesar dan terbanyak di antara Kementerian/Lembaga yang lain,” ujarnya.
“Saya meminta kepada PPPK yang menerima SK Tahap I untuk mengingat orang tua, terutama ibu. Karena bapak dan ibu semua bisa menerima SK, salah satunya karena doa dan didikan orang tua. Datangi orang tua saat menerima SK, dan jangan hanya video call. Kalau sudah wafat, datangi dan ziarahin makamnya. Mintalah wasilah kepada orang tua kita agar amanah yang diberikan oleh Negara bisa dijalankan dengan bai,” pintanya.
Dalam kesempatan ini, Menag mengungkapkan bahwa dalam melaksanakan tugas dan kewajiban harus mengetahui dua hal yaitu Pertama, adab, etika, akhlak, dan tata krama. Semua ini lebih penting dari ilmu. Kedua adalah tahu caranya berterima kasih.
“Dua hal yang sepertinya ringan dan mudah diucapkan tetapi sulit dilaksanakan oleh kita kalau tidak memiliki keinginan untuk dijalankan semua itu. Berterima kasih kelihatannya mudah diucapkan tetapi sering kali hati kita sering tidak sesuai dengan apa yang diucapkan. Maka berterima kasihlah secara sungguh-sungguh antara hati, kata, dan perubatan kepada Tuhan, orang tua, dan Presiden Republik Indonesia,” tuturnya.
Menag juga menjelaskan sebagaimana amanat Presiden Republik Indonesia bahwasanya seluruh ASN di NKRI untuk memiliki mental melayani. “Kita tidak lagi hidup di zaman kolonial dimana pejabat, dan birokrat itu minta dilayani, bukan melayani,” katanya.
“Untuk itu, diklat ini dilakukan oleh Balitbang Kemenag RI agar Bapak dan Ibu semua memiliki mental, maindset (cara berfikir) melayani bukan dilayani. Ini adalah hal yang penting dan utama, serta harus dipegang oleh kita selaku ASN mengingat Kemenag merupakan instansi layanan publik,” tegas Menag.
“Oleh karena itu, saya meminta kepada Bapak dan Ibu selaku PPPK Kemenang RI untuk dapat menanamkan mental melayani dengan berintegritas dan profesional, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya di tempat kerja masing-masing,” pinta Menag.
Sebelumnya Kepala Balitbang dan Diklat Kemenag Republik Indonesia Suyitno selaku Ketua Panitia dalam laporannya bahwa kegiatan Orientasi PPPK Kementerian Agama RI diikuti oleh 10.300 orang dengan mayoritas guru sebanyak 4.281 orang, dosen sebanyak 1.537, dan sisa fungsional lainnya dimana 300 orang di unit Eselon I, Kanwil Kemenag, dan Kabupaten/Kota Se-Indonesia.
“Orientasi PPPK Kementerian Agama RI Tahun 2024 dilaksanakan melalui pendekatan blended learning dimana mereka sebelumnya telah mengikuti paket MOC (Massive Open Online Course), sisanya akan diberikan penguatan karakter, dan disiplin maka akan dilaksanakan secara offline dengan para widyswara yang tersebar Se-Indonesia melalui BDK,” ujarnya.
“Saya ucapkan selamat kepada Bapak dan Ibu semua yang telah memasuki sebagai keluarga besar ASN Kemenag. Kata kuncinya adalah Loyal terhadap perintah pimpinan,” tegasnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Puji Raharjo, mengapresiasi atas pelaksanaan Orientasi PPPK Kementerian Agama RI Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Balitbang dan Diklat Kemenag RI. Menurutnya, orientasi ini merupakan sarana bagi PPPK untuk mendapatkan pembekalan awal sebelum melaksanakan tugasnya.
"Orientasi ini sangat penting bagi PPPK untuk memahami tugas dan fungsinya, serta budaya kerja di Kementerian Agama," kata Puji.
"Melalui masa orientasi ini, Saya berharap agar kegiatan ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang tugas dan fungsi saya sebagai PPPK. Saya juga berharap agar saya dapat bekerja dengan baik dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tandasnya.(Anggithya/Abdul Aziz)
