Tanggamus Kemenag (Humas) --
Ketua Panitia Seleksi Calon Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)
Arab Saudi dan Kloter Tahun 1446 H/2025 M, H. Muhamad Hasan Basri, S.Ag.,
M.Pd., menggelar rapat koordinasi dengan Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan
Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, H. Nursaad, M.M.,
M.Pd., pada Selasa (19/11/2024). Pertemuan ini membahas persiapan teknis
seleksi yang akan berlangsung pada Kamis, 21 November 2024.
Sebanyak 21 peserta yang telah
lolos seleksi administrasi akan mengikuti Computer Assisted Test (CAT) sebagai
bagian dari tahap awal seleksi. Tahapan ini dirancang untuk menjaring calon
petugas yang kompeten dan memenuhi standar yang ditetapkan. "Seleksi ini
harus berjalan dengan profesional dan transparan. Oleh karena itu, persiapan
teknis menjadi hal yang sangat penting," ujar H. Muhamad Hasan Basri.
Dalam pertemuan tersebut, H.
Muhamad Hasan Basri menjelaskan beberapa persyaratan tambahan, termasuk
kewajiban mengenakan pakaian formal saat seleksi dan penguasaan aplikasi
berbasis sistem Android. Hal ini diharapkan dapat memastikan peserta mampu
beradaptasi dengan tugas di lapangan yang semakin modern dan berbasis
teknologi.
Sementara itu, H. Nursaad
menegaskan pentingnya koordinasi ini untuk menyelaraskan seluruh proses seleksi
dengan standar yang telah ditetapkan. "Koordinasi ini penting agar tidak
ada tahapan yang terlewatkan, serta memastikan setiap peserta memahami prosedur
seleksi dengan baik," katanya.
Proses seleksi tahap pertama ini
merupakan salah satu langkah awal untuk menentukan petugas yang nantinya akan
mendampingi jemaah haji di Arab Saudi. Tahapan ini akan dilanjutkan dengan
seleksi berikutnya, termasuk wawancara dan simulasi tugas.
Dengan pelaksanaan seleksi yang
profesional, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus berharap dapat
memilih calon petugas terbaik yang mampu memberikan pelayanan optimal kepada
jemaah haji. "Ini bukan hanya tentang seleksi, tetapi juga upaya kami
meningkatkan kualitas pelayanan kepada para tamu Allah," tambah H. Muhamad
Hasan Basri. (Frans/Mela Basyar)
