Way Kanan, Kemenag (Humas) -
- Seleksi Kompetensi Bidang Tambahan (SKBT) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil
(CPNS) Formasi tahun 2024 resmi dilaksanakan mulai 18 hingga 28 Desember 2024.
Kegiatan ini dipusatkan di Titik Lokasi (Tilok) Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Way Kanan, yang dipilih sebagai salah satu lokasi strategis
pelaksanaan seleksi.
SKBT ini merupakan salah
satu tahapan penting dalam proses seleksi CPNS yang bertujuan untuk mengukur
kompetensi teknis tambahan sesuai dengan bidang tugas masing-masing peserta.
Materi yang diujikan meliputi wawancara, praktik kerja, serta moderasi
beragama, yang menjadi fokus utama Kementerian Agama dalam membangun sumber
daya manusia yang unggul dan profesional.
Jumlah peserta SKBT di Tilok
Kantor Kementerian Agama Way Kanan tercatat sebanyak 17 orang. Mereka berasal
dari berbagai formasi jabatan, di antaranya Penyuluh Agama, Penghulu, Guru,
Dosen, dan Pranata Humas. Keberagaman formasi ini mencerminkan peran strategis
yang akan diemban para peserta jika lolos seleksi, dalam mendukung pelayanan
publik di lingkungan Kementerian Agama.
Kepala Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Way Kanan, Masir Ibrahim, menyampaikan apresiasi atas semangat
yang ditunjukkan para peserta. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan integritas
dalam mengikuti proses seleksi.
"Kami sangat
mengapresiasi komitmen peserta yang telah mempersiapkan diri dengan
sungguh-sungguh. Semoga mereka dapat menunjukkan kemampuan terbaik dan tetap
menjunjung tinggi nilai-nilai integritas selama proses berlangsung,"
ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan
terhadap kelancaran kegiatan, pengawasan dilakukan secara ketat untuk
memastikan semua tahapan seleksi berjalan transparan dan adil. Istamaji,
pengawas dalam pelaksanaan SKBT ini, menyampaikan bahwa pihaknya telah
melakukan berbagai persiapan agar seleksi berlangsung dengan baik.
"Kami memastikan bahwa
semua proses berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, mulai dari
persiapan teknis hingga pelaksanaan di lapangan," jelasnya.
SKBT ini tidak hanya menjadi
ajang penilaian kemampuan teknis, tetapi juga menjadi upaya membangun pegawai
yang memiliki wawasan kebangsaan dan nilai-nilai moderasi beragama. Kementerian
Agama berharap bahwa peserta yang lolos nantinya mampu berkontribusi secara
maksimal dalam pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang keagamaan.
(Humas)
