Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah menggelar kegiatan simakrama atau silaturahmi umat Hindu dengan tema “Serap Aspirasi Umat Hindu” di Pura Kahyangan Bhuana Mukti, Kampung Sendang Mukti, Kecamatan Sendang Agung, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Penyelenggara Hindu Lampung Tengah, Dewa Gede Raka Ananta, S.Ag., M.Pd.H., didampingi staf serta para Penyuluh Agama Hindu se-Kabupaten Lampung Tengah. Simakrama ini menjadi forum dialog terbuka antara pemerintah dan umat Hindu dalam rangka menjaring aspirasi secara langsung dari akar rumput.
Hadir dalam kegiatan tersebut pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Prajaniti Hindu (PSN), Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta umat Hindu dari lima kecamatan, yakni Kalirejo, Sendang Agung, Pubian, Selagai Lingga, dan Padang Ratu. Total peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai sekitar 80 orang.
Dewa Gede Raka Ananta menyampaikan bahwa simakrama dan serap aspirasi ini bertujuan untuk mendengar secara langsung kebutuhan, harapan, serta berbagai persoalan yang dihadapi umat Hindu di wilayah Lampung Tengah. Aspirasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan rujukan dalam peningkatan kualitas layanan keagamaan.
“Melalui dialog terbuka seperti ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan dan program layanan keagamaan benar-benar sesuai dengan kebutuhan umat. Pemerintah harus hadir, mendengar, dan merespons secara nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan serap aspirasi ini juga diarahkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, mendorong transparansi dan akuntabilitas layanan pemerintah, serta memperkuat hubungan harmonis antara pemerintah dan umat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih efektif antara pemerintah dan masyarakat Hindu, sehingga pelayanan publik, khususnya di bidang keagamaan Hindu, dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan di Kabupaten Lampung Tengah. (Ria/MB))
