Way Kanan, MAN 1 (Humas). Pada Senin, 5 Januari 2026, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) bersama para Wakil Kepala Madrasah dan Kepala Tata Usaha melaksanakan kegiatan briefing internal yang membahas implementasi kurikulum berbasis cinta di lingkungan madrasah. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan awal semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026 guna memastikan keselarasan visi, kebijakan, dan strategi pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.
Dalam pembahasan tersebut, kepala madrasah menekankan bahwa kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan nilai kasih sayang, empati, kepedulian sosial, dan penghargaan terhadap keberagaman ke dalam proses pembelajaran. Para wakil kepala madrasah turut menyampaikan pandangan terkait peran masing-masing bidang dalam mendukung implementasi kurikulum, baik pada aspek akademik, kesiswaan, maupun budaya madrasah. Sementara itu, Kepala Tata Usaha menyoroti pentingnya dukungan administratif dan tata kelola yang efektif agar kebijakan kurikuler dapat berjalan optimal.
Secara konseptual, briefing ini berfungsi sebagai forum koordinasi strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen pimpinan madrasah dalam menjalankan kurikulum berbasis nilai. Pendekatan tersebut dipandang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 yang tidak hanya menekankan capaian kognitif, tetapi juga pengembangan karakter dan kecerdasan sosial-emosional peserta didik. Dengan demikian, kurikulum berbasis cinta diharapkan mampu menciptakan iklim pembelajaran yang inklusif, aman, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara holistik.
Secara keseluruhan, pelaksanaan briefing pimpinan MAN terkait pembahasan kurikulum berbasis cinta mencerminkan upaya sistematis madrasah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Melalui koordinasi yang terencana dan berbasis nilai, madrasah diharapkan mampu mengimplementasikan kebijakan kurikulum secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga tujuan pendidikan nasional dan nilai-nilai keislaman dapat diwujudkan secara seimbang dalam praktik pembelajaran sehari-hari. (Joe)
Editor: Fadilah
