Mesuji, Kemenag (Humas) – Kementerian Agama Kabupaten Mesuji melalui Plt. Kasubbag TU, Darul Alipi, menghadiri Rapat Koordinasi Tim Pengawas Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM). Rapat berlangsung pada Kamis, (4/12/2025), di ruang rapat Kantor Kejaksaan Negeri Mesuji. Pertemuan digelar sebagai upaya memperkuat sinergi antar instansi dalam menjaga ketertiban dan kerukunan masyarakat.
Kehadiran Kemenag Mesuji dalam rakor tersebut menjadi
bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pembinaan terhadap aliran
kepercayaan. Selain membahas perkembangan situasi, forum ini juga meninjau
langkah-langkah pengawasan yang telah dilakukan selama tahun berjalan. Setiap
instansi diberi ruang untuk menyampaikan laporan sekaligus merumuskan strategi
bersama.
Rakor PAKEM ini diikuti oleh sejumlah lembaga terkait
yang memiliki kewenangan dalam bidang intelijen, pembinaan masyarakat, dan
penegakan hukum. Dari Kejaksaan Negeri Mesuji hadir Kasi Intel beserta jajaran
yang memimpin jalannya diskusi. Para peserta juga mendapatkan pemaparan awal
mengenai kondisi terkini kelompok keagamaan di wilayah Mesuji.
Kehadiran unsur pemerintah daerah turut memperkuat
koordinasi lintas lembaga. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten
Mesuji, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Mesuji, serta pejabat intelijen dari
Polres Mesuji dan Kodim 0426 Tulang Bawang ikut menyampaikan pandangan
masing-masing. Perwakilan Badan Intelijen Negara wilayah Mesuji juga menegaskan
pentingnya deteksi dini terhadap potensi kerawanan.
Selain unsur pemerintah, tokoh keagamaan pun hadir untuk
memberikan perspektif dari sisi pembinaan umat. Ketua Majelis Ulama Indonesia
(MUI) Kabupaten Mesuji menyoroti perlunya edukasi berkelanjutan kepada
masyarakat serta, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mesuji.
Dalam kesempatannya, Plt. Kasubbag TU Kemenag Mesuji,
Darul Alipi, menyampaikan bahwa Kemenag Mesuji akan terus memperkuat perannya dalam
menjaga kerukunan. Ia menegaskan bahwa pembinaan terhadap aliran kepercayaan
dilakukan melalui pendekatan persuasif dan dialogis. Kemenag juga berkomitmen
mendukung langkah-langkah pemerintah dalam memperkuat moderasi beragama.
Darul Alipi menambahkan bahwa koordinasi rutin seperti
rakor PAKEM sangat penting untuk memastikan setiap informasi yang berkembang
dapat ditindaklanjuti secara tepat. Menurutnya, komunikasi lintas lembaga
menjadi kunci keberhasilan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan
keresahan. Ia juga menekankan perlunya peningkatan literasi keagamaan di tengah
masyarakat.
Kejaksaan Negeri Mesuji selaku tuan rumah menyampaikan
bahwa rakor PAKEM merupakan agenda rutin yang harus dijalankan dengan serius.
Pihaknya berharap setiap lembaga dapat menjalankan peran sesuai fungsi
masing-masing. Kejaksaan juga menegaskan bahwa langkah pengawasan harus tetap
mengedepankan prinsip keadilan dan perlindungan terhadap hak warga negara.
Rapat koordinasi ditutup dengan penyampaian rekomendasi
tindak lanjut yang akan diimplementasikan pada tahun mendatang. Seluruh peserta
berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi demi terciptanya ketertiban dan
kerukunan di wilayah Mesuji. Pertemuan tersebut juga menjadi momentum evaluasi
bersama dalam menjaga kehidupan beragama yang harmonis.
Kemenag Mesuji menegaskan kembali kesiapannya untuk
terlibat aktif dalam setiap program yang berkaitan dengan pengawasan dan
pembinaan keagamaan. Melalui kerja sama dengan instansi terkait, Kemenag
berharap potensi perpecahan dapat diminimalisasi sejak dini. Upaya kolektif ini
diharapkan semakin memperkuat situasi keamanan dan kerukunan di daerah. (Mut/d)
Editor: Fadilah