Lampung (Humas) — Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama Tahun 2024 resmi dimulai di Provinsi Lampung. Ribuan peserta yang telah lolos seleksi administrasi mengikuti ujian di berbagai lokasi, termasuk di Graha Shandeiro, Bandar Lampung.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Puji Raharjo, dalam sambutannya menekankan pentingnya transparansi dan keadilan dalam seluruh proses seleksi. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan SKD CPNS ini harus dilakukan dengan penuh integritas demi memastikan bahwa yang terpilih adalah calon Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kompeten dan profesional.
"Pelaksanaan SKD CPNS ini harus menjunjung tinggi prinsip transparansi dan fairness. Kami berkomitmen untuk memastikan setiap peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa adanya kecurangan atau intervensi dari pihak manapun," ujar Puji Raharjo saat memantau langsung ujian, Minggu (20/10/2024).
Puji Raharjo juga mengingatkan peserta bahwa keberhasilan seleksi sepenuhnya bergantung pada kemampuan pribadi masing-masing. "Kejujuran adalah hal utama. Kami memastikan seleksi ini berjalan objektif dengan sistem yang transparan," tegasnya.
Pelaksanaan SKD menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang menjamin hasil ujian terekam secara digital dan dapat langsung dilihat oleh peserta setelah selesai ujian. Sistem ini memastikan akurasi dan keadilan dalam penilaian.
Kakanwil Kemenag Lampung juga mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam mempersiapkan seleksi ini. "Kami berharap pelaksanaan seleksi ini berjalan lancar hingga akhir, berkat kerja sama yang baik dari semua pihak," tambahnya.
SKD CPNS di Lampung diikuti oleh ribuan peserta yang bersaing untuk mengisi berbagai posisi di lingkungan Kementerian Agama. Pengawasan ketat diterapkan untuk memastikan integritas selama ujian berlangsung.
Menutup keterangannya, Puji Raharjo berharap seleksi ini dapat menghasilkan ASN yang siap melayani masyarakat dengan integritas dan profesionalisme tinggi.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Lampung, Marwansyah, turut menekankan pentingnya profesionalisme panitia dan pelayanan optimal bagi peserta. "Seluruh panitia seleksi, dalam hal ini BKN dan panitia instansi telah menyiapkan fasilitas dan sistem yang memadai untuk memastikan pelaksanaan ujian tanpa hambatan," ujarnya.
Marwansyah juga menegaskan pengawasan akan dilakukan secara ketat. "Kami telah menyediakan berbagai mekanisme untuk mencegah kecurangan, termasuk pengawasan teknologi dan lapangan," tuturnya.
Dalam keterangannya, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur, Tri Rahayu, menyebutkan bahwa total peserta SKD di Lampung mencapai 12.350 orang yang terbagi dalam 31 sesi ujian selama 9 hari dimulai tanggal 20 hingga 28 Oktober 2024. "Peserta ini merupakan para pelamar yang mendaftar di berbagai satker di Provinsi Lampung dan luar Lampung, dengan sesi yang diatur sedemikian rupa untuk menjaga kelancaran proses seleksi," jelasnya.
Tri juga mengungkapkan bahwa total formasi yang tersedia di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung mencapai 408 formasi, dengan tambahan formasi dari UIN Raden Intan Lampung, IAIN Metro, dan Loka Diklat.
"Peserta SKD akan diuji melalui tiga tes utama: Tes Intelegensi Umum (TIU), Tes Wawancara Kebangsaan (TWK), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP), dengan passing grade yang telah ditetapkan untuk masing-masing tes," katanya.
Dikatakan Tri, pada hari pertama pelaksanaan SKD CPNS, antusiasme peserta tampak tinggi meski terdapat beberapa yang tidak hadir. "Dari total 400 peserta yang dijadwalkan pada hari ini, sebanyak 381 peserta yang hadir dan mengikuti ujian dengan tertib, sementara 19 peserta tidak hadir tanpa keterangan. Kami menghimbau peserta untuk selalu memperhatikan jadwal masing-masing dan hadir tepat waktu guna menghindari diskualifikasi," ungkapnya.
Selain itu, Tri juga menegaskan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental selama proses seleksi berlangsung. "Pelaksanaan SKD ini merupakan tahapan yang sangat kompetitif, kami harap peserta tetap menjaga kesehatan dan fokus selama ujian berlangsung," pungkasnya. (Anggithya/Rizki)
