Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta di Pesisir Barat : Upaya Wujudkan Pendidikan Madrasah Yang Humanis

Kamis, 14 Agustus 2025 Humas Pesisir Barat
Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta di Pesisir Barat : Upaya Wujudkan Pendidikan Madrasah Yang Humanis
Humas Pesisir Barat
Humas Pesisir Barat

Pesisir Barat (Kemenag, Humas) - Kemenag Kabupaten Pesisir Barat menyelenggarakan Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pesisir Barat pada hari Kamis, 14 Agustus 2025. Acara ini dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam Ahmad Khotob yang mewakili Plt Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pesisir Barat, Ketua Tim Guru dan Tenaga Kependidikan Kanwil Kemenag Lampung Roswidan Akip, Alba Pidiro selaku Wakil Kepala Bidang Kurikulum mewakili Kepala MAN 1 Pesisir Barat, Hefzon Kurnia selaku Kepala MIN 1 Pesisir Barat, serta para guru madrasah di Pesisir Barat.

Roswidan Akip menyampaikan bahwa kurikulum berbasis cinta ini merupakan terobosan penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati yang penuh kasih sayang. "Kami berharap sosialisasi ini dapat memberikan wawasan baru bagi para guru untuk menerapkan pendekatan yang humanis, sehingga pendidikan di madrasah mampu mencetak peserta didik yang berakhlak mulia dan berkontribusi pada keharmonisan masyarakat,” ujarnya.

Ahmad Khotob dalam sambutannya menegaskan pentingnya pendekatan cinta dan kasih sayang dalam pendidikan di era modern. “Pendekatan cinta dan kasih sayang dalam pendidikan menjadi penting. Perlu ada rasa cinta untuk mendidik pada saat ini. Pendidikan harus berubah mengikuti perubahan zaman,” ujarnya. Pendidikan yang mengedepankan cinta dapat membentuk peserta didik yang lebih memanusiakan manusia, lingkungan, dan menciptakan kedamaian di lingkungan masyarakat.

Lebih lanjut, ia juga menambahkan tentang perlunya generasi penerus yang menjaga kerukunan di tengah lingkungan masyarakat. “Kurikulum berbasis cinta ini dapat membentuk peserta didik yang lebih memanusiakan manusia, lingkungan, dan menciptakan kedamaian di lingkungan masyarakat,” tambahnya. Kurikulum berbasis cinta diyakini akan menghasilkan generasi yang mampu menciptakan lingkungan yang rukun dan damai di masa depan.

Acara sosialisasi dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Katim Kurikulum Kanwil Kemenag Lampung Alamsyah dan Syahrur AR selaku Pokjawas Madrasah Kanwil Kemenag Lampung yang menjelaskan konsep, implementasi, dan strategi pengajaran berbasis kurikulum cinta. Diskusi interaktif antara pemateri dan peserta turut memperkaya pemahaman para guru tentang pendekatan ini, dengan fokus pada penguatan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan kedamaian dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengintegrasikan kurikulum berbasis cinta di madrasah-madrasah di Pesisir Barat.

Kemenag Pesisir Barat berkomitmen untuk mendukung penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. Melalui semangat transformasi pendidikan, Kemenag berharap kurikulum ini dapat membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter mulia yang mampu membawa kedamaian dan harmoni di masyarakat. Sosialisasi ini diharapkan menjadi pendorong bagi guru untuk mengimplementasikan pendekatan yang lebih humanis dalam mendidik generasi masa depan. (Richard/Anggithya)