Depok, Kanwil Kemenag Lampung (Humas) --- Staf Khusus (Stafsus) Kementerian Agama (Kemenag) Ismail Cawidu menegaskan bahwa humas adalah bagian yang sangat penting dalam membangun citra dan reputasi Kemenag di mata publik.
Dalam acara Pembinaan SDM Kehumasan yang berlangsung di Depok, Ismail Cawidu menyampaikan bahwa humas memiliki peran strategis sebagai penghubung antara Kemenag dan masyarakat, serta harus mampu mengelola komunikasi dengan baik.
“Humas merupakan wajah dari Kemenag. Setiap langkah yang diambil oleh kementerian, baik kebijakan, program, maupun kegiatan, harus disampaikan kepada publik dengan cara yang tepat. Humas yang baik akan membawa dampak positif bagi citra institusi,” ungkap Stafsus Kemenag dihadapan para jabatan fungsional pranata humas, Selasa (3/11) malam di The Margon Hotel Depok
Ia menekankan bahwa seorang humas harus memiliki pemahaman yang mendalam mengenai kebijakan dan program kementerian untuk dapat menyampaikan informasi secara jelas dan akurat.
Selain itu, Stafsus juga menyebutkan bahwa seorang humas harus mengikuti filosofi sepakbola yaitu memiliki kemampuan individu yang dimiliki oleh seorang manusia sangatlah penting, namun demikian, kerjasama tim juga menjadi faktor kunci. “Tidak ada ruang untuk bekerja sendiri-sendiri dalam dunia kehumasan. Semua anggota tim harus saling mendukung dan bekerja dengan tujuan yang sama untuk mencapai misi kementerian,” lanjutnya.
Dalam tim yang solid, komunikasi yang terkoordinasi dengan baik akan memudahkan komunikasi pesan-pesan kepada masyarakat.
Dalam kepentingannya, menurutnya, humas juga dituntut untuk memiliki stamina fisik yang baik. “Tugas humas sering kali melibatkan kerja yang tidak terikat waktu. Oleh karena itu, stamina yang baik sangat diperlukan untuk menjaga kinerja yang optimal, bahkan dalam situasi yang menuntut kerja keras 24 jam,” jelas Stafsus.
Dikatakan Ismail Cawidu, kondisi fisik yang prima akan memungkinkan manusia tetap fokus dan siap menghadapi berbagai tantangan.
Tak kalah penting, Stafsus Kemenag juga menyampaikan bahwa hubungan yang harmonis dengan wartawan dan pejabat publik serta pemangku kepentingan harus dijaga. “Wartawan adalah mitra humas dalam menyebarkan informasi kebijakan kementerian. Oleh karena itu, humas harus siap menjawab setiap pertanyaan yang muncul dan memberikan informasi yang tepat waktu dan sesuai,” katanya.
Di samping itu, humas juga harus memiliki jaringan yang luas dengan pejabat penting dan pengambil kebijakan untuk memastikan komunikasi berjalan lancar.
Sebagai penutup, Stafsus mengingatkan bahwa selain kemampuan berkomunikasi, humas harus terus memperbarui pengetahuan dan wawasan. “Humas harus selalu belajar, membaca, dan mengembangkan diri, agar bisa menyampaikan informasi yang relevan dan sesuai dengan perkembangan zaman,” tambahnya.
Melalui acara Pembinaan SDM Kehumasan ini, Stafsus Kemenag berharap para peserta dapat memperkuat kemampuan dan keterampilan mereka dalam menjalankan peran kehumasan, demi mendukung misi dan visi Kemenag untuk menciptakan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.(Anggithya/Rizki)
