Pesisir Barat, Kemenag (Humas) --- Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2025 memasuki hari kedua pelaksanaan lomba pada hari ini (Selasa, 4/11/2025) setelah resmi dimulai kemarin (Senin, 3/11/2025). STQ ini menjadi ajang unjuk bakat seni serta ilmu keagamaan bagi kafilah dari 11 kecamatan se-Kabupaten Pesisir Barat. Adapun pelaksanaan STQ Tingkat Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2025 berpusat di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pesisir Barat.
Lomba yang dipertandingkan mencakup empat cabang utama: Khattil Qur’an (kaligrafi Al-Qur’an), KTIQ (Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an), Tilawah, dan Hifzil Qur’an (uji hafalan Al-Qur’an). Setiap cabang menarik perhatian peserta dan penonton.
Cabang Khattil Qur’an menampilkan keindahan tulisan tangan ayat suci. Para peserta bersaing memperindah tulisan-tulisan di dalam Al Qur'an melalui karya kaligrafi yang estetik dan memanjakan mata. Berbagai kategori diperlombakan seperti naskah, dekorasi, hiasan mushaf, dan lukisan kontemporer.
KTIQ menjadi cabang intelektual yang menantang. Para peserta membuat dan mempresentasikan makalah ilmiah dan keterkaitannya dengan Al Qur'an. Plt. Kepala Kantor Kemenag Pesisir Barat, Kepala Seksi Pendidikan Islam, dan Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh menjadi dewan hakim pada cabang perlombaan ini. Mereka menilai orisinalitas, kedalaman analisis, kemampuan presentasi, dan relevansi tulisan yang dituliskan oleh para peserta dengan tema yang ditentukan.
Tilawah Al Qur'an memukau penonton dan dewan hakim dengan lantunan merdu ayat-ayat suci yang dilantunkan oleh para qari-qariah. Dewan hakim menilai tajwid, makhraj, dan kesesuaian bacaan dengan cermat.
Hifzil Qur’an menguji hafalan peserta dari 5 hingga 30 juz. Suasana haru tercipta saat qari-qariah melantunkan ayat dengan tartil sempurna.
Plt Kepala Kantor Kemenag Pesisir Barat, Hikmat Tutasry, menyampaikan bahwa STQ merupakan sarana pembinaan generasi yang mencintai Al-Qur’an dan Hadist. "STQ ini bukan sekedar lomba, akan tetapi merupakan perwujudan cinta kita selaku umat Islam kepada Al-Qur'an. Semoga juara STQ tidak hanya mewakili Kabupaten Pesisir Barat di tingkat provinsi, tapi juga menerapkan dan membumikan ajaran-ajaran Al Qur'an di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kemenag Pesisir Barat berharap perlombaan STQ ini memperkuat literasi penguatan nilai-nilai keagamaan di masyarakat, khususnya di Pesisir Barat. (Richard/Anggithya)