Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Tanam Pohon Dan Lepas Satwa, Penyelenggara Hindu Bersama Pokjaluh Wujudkan Green Dharma

Jumat, 22 Mei 2026 Humas Lampung Tengah Editor: Aziz
Tanam Pohon Dan Lepas Satwa, Penyelenggara Hindu Bersama Pokjaluh Wujudkan Green Dharma
Humas Lampung Tengah
Humas Lampung Tengah
Foto: Ria

Lampung Tengah, Kemenag (Humas)- Semangat pelestarian lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan menggema di Kampung Mataram Jaya, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (21/5/2026). Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah bersama staf dan Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Hindu melaksanakan implementasi Program Ekoteologi Green Dharma melalui kegiatan penanaman pohon, penanaman bunga, serta pelepasan satwa di lingkungan masyarakat setempat.

Kegiatan yang dipimpin Penyelenggara Hindu Kabupaten Lampung Tengah, Dewa Gede Raka Ananta, dihadiri ketua PHDI Kecamatan Bandar Mataram, Kepala Kampung Mataram Jaya, tokoh adat, pengurus pura, pemangku, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Dewa Gede Raka Ananta menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari implementasi ajaran Dharma dalam kehidupan umat Hindu.

"Alam adalah manifestasi Tuhan. Merawat lingkungan bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga bagian dari sadhana spiritual. Green Dharma mengajak umat untuk memperkuat nilai Tri Hita Karana, khususnya Palemahan, yakni menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam," ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman bibit pohon dan bunga di area Pura Puseh Kampung Mataram Jaya. Penanaman dilakukan secara gotong royong oleh para penyuluh agama, tokoh umat, serta masyarakat setempat. Bibit yang ditanam dipilih tidak hanya untuk memperindah kawasan pura, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sarana upakara berbasis alam.

Setiap bibit yang ditanam disertai doa dan harapan agar tumbuh subur serta memberikan manfaat bagi kehidupan di masa mendatang. Suasana kebersamaan tampak kuat dalam kegiatan tersebut sebagai simbol kepedulian kolektif terhadap kelestarian bumi.

Usai penanaman pohon, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan bibit ikan nila, gurame, dan patin ke embung Kampung Mataram Jaya. Pelepasan satwa ini dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap kehidupan sekaligus upaya menjaga keseimbangan ekosistem.

Pemerintah kampung turut mendampingi proses pelepasan satwa guna memastikan jenis ikan yang dilepas sesuai dengan kondisi ekosistem setempat sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Program Green Dharma yang diinisiasi Kementerian Agama menjadi bagian dari penguatan ekoteologi di tengah masyarakat. Melalui program ini, umat Hindu didorong menjadikan pelestarian lingkungan sebagai praktik nyata kehidupan beragama, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan program, Penyelenggara Hindu Lampung Tengah juga berencana membentuk "Kader Green Dharma" di setiap desa adat. Kader tersebut nantinya bertugas melakukan perawatan tanaman, pemantauan lingkungan, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama untuk terus menjaga kelestarian lingkungan demi menciptakan kehidupan yang asri, sehat, dan harmonis.

Dari satu pohon yang ditanam dan dari satu satwa yang dilepas, tersimpan pesan Dharma tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan kehidupan sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.