Bandar Lampung, MTsN 1 (Humas) – Tim robotik MTsN 1 Bandar Lampung kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil lolos hingga tingkat nasional dalam ajang Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN) 2025 yang diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 148 peserta yang berasal dari 84 sekolah di seluruh Indonesia.
Dalam kompetisi tersebut, tim robotik MTsN 1 Bandar Lampung berhasil menempati peringkat ke-16, hanya terpaut satu peringkat dari batas peserta yang berhak melaju ke tingkat ASEAN, yaitu 15 besar. Meskipun belum berhasil melangkah lebih jauh, capaian ini tetap menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah, karena mampu bersaing di level nasional dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya.
Pembina robotik MTsN 1 Bandar Lampung, Dwi Susanti, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para anggota tim atas semangat dan kerja keras yang telah mereka tunjukkan selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba. “Anak-anak sudah berusaha semaksimal mungkin. Kami telah memberikan yang terbaik, namun hasilnya belum sesuai dengan yang diharapkan. Ini menjadi pengalaman berharga untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” ujarnya.
Menurut Dwi Susanti, kompetisi roket air bukan hanya tentang keakuratan peluncuran dan desain roket, tetapi juga melatih kerja sama, ketelitian, dan kemampuan berpikir ilmiah para siswa. Ia berharap pengalaman di ajang nasional ini dapat menjadi motivasi bagi tim untuk tampil lebih baik di kompetisi berikutnya.
Kepala MTsN 1 Bandar Lampung, Hartawan, turut memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada tim robotik. Ia menegaskan bahwa semangat juang dan dedikasi siswa-siswi MTsN 1 merupakan wujud nyata dari komitmen madrasah dalam mengembangkan potensi peserta didik di bidang sains dan teknologi. “Menjadi peringkat ke-16 dari 148 peserta adalah pencapaian yang patut dibanggakan. InsyaAllah, di kesempatan berikutnya kita bisa meraih hasil yang lebih baik lagi,” pungkasnya (Rini)
Dalam kompetisi tersebut, tim robotik MTsN 1 Bandar Lampung berhasil menempati peringkat ke-16, hanya terpaut satu peringkat dari batas peserta yang berhak melaju ke tingkat ASEAN, yaitu 15 besar. Meskipun belum berhasil melangkah lebih jauh, capaian ini tetap menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah, karena mampu bersaing di level nasional dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya.
Pembina robotik MTsN 1 Bandar Lampung, Dwi Susanti, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para anggota tim atas semangat dan kerja keras yang telah mereka tunjukkan selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba. “Anak-anak sudah berusaha semaksimal mungkin. Kami telah memberikan yang terbaik, namun hasilnya belum sesuai dengan yang diharapkan. Ini menjadi pengalaman berharga untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” ujarnya.
Menurut Dwi Susanti, kompetisi roket air bukan hanya tentang keakuratan peluncuran dan desain roket, tetapi juga melatih kerja sama, ketelitian, dan kemampuan berpikir ilmiah para siswa. Ia berharap pengalaman di ajang nasional ini dapat menjadi motivasi bagi tim untuk tampil lebih baik di kompetisi berikutnya.
Kepala MTsN 1 Bandar Lampung, Hartawan, turut memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada tim robotik. Ia menegaskan bahwa semangat juang dan dedikasi siswa-siswi MTsN 1 merupakan wujud nyata dari komitmen madrasah dalam mengembangkan potensi peserta didik di bidang sains dan teknologi. “Menjadi peringkat ke-16 dari 148 peserta adalah pencapaian yang patut dibanggakan. InsyaAllah, di kesempatan berikutnya kita bisa meraih hasil yang lebih baik lagi,” pungkasnya (Rini)
Editor : Fadilah