Tanggamus Kemenag (Humas) -
Suasana pagi di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus terasa
khidmat saat pelaksanaan upacara memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79
Kementerian Agama. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tanggamus, Dr. H. Mahmuddin
Aris Rayusman, M.Pd.I, bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam upacara yang berlangsung
lancar ini, Dr. Mahmuddin menyampaikan pidato Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H.
Nasaruddin Umar, M.A. Pidato tersebut menggarisbawahi pentingnya kehidupan yang
rukun dan harmonis di tengah masyarakat untuk mencapai visi besar Indonesia
Emas.
Tema "Umat Rukun Menuju Indonesia Emas" diangkat sebagai pengingat bahwa kerukunan umat beragama adalah fondasi utama dalam mendukung misi besar Asta Cita yang dicanangkan oleh Pemerintahan Prabowo-Gibran. “Indonesia emas hanya mungkin tercapai jika umat hidup rukun dan harmonis. Sebaliknya, akan sulit diwujudkan jika umat tidak mampu menjaga kedamaian,” ujar Mahmuddin.
Ia juga mengajak seluruh elemen
masyarakat untuk mempererat kerja sama dan pengabdian. "Mari kita satukan
langkah kaki, bulatkan niat, dan satukan pikiran untuk terus berkhidmat demi
agama, bangsa, dan negara dengan niat ibadah. Kita semua perlu berupaya menjadi
sahabat spiritual umat sesuai kapasitas masing-masing," katanya.
Sebagai pemimpin upacara, M. Rofi Kurdiansyah dari Seksi Penmad menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kepala Subbag Tata Usaha H. Mardanus, S.Ag., M.M., para Kasi dan Penyelenggara, Pengawas Madrasah/PAI, Kepala KUA Kecamatan, Ketua APRI, Ketua IPARI, Ketua Formasta, Ketua Dharma Wanita Persatuan, serta seluruh Guru DPK Madrasah/PAI.
Momentum ini menjadi momen
penting untuk mengukuhkan kembali komitmen seluruh aparatur Kementerian Agama
dalam melayani masyarakat, mendukung moderasi beragama, serta menyemai harmoni
antarumat demi kemajuan bangsa.
Dengan kehadiran para pemangku
kepentingan, acara ini berjalan sukses dan khidmat, memberikan inspirasi bagi
semua pihak untuk terus bersinergi dalam membangun Indonesia yang rukun,
harmonis, dan berdaya saing menuju masa depan emas. (FransMela Basyar)
