Lampung (Humas) --- Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Tulang Bawang Barat menyelenggarakan upacara Diksa atau munggah sulinggih di Padepokan Banyu Bening, Lampung Tengah, Minggu (28/9/2025). Acara berlangsung sederhana namun khidmat, tanpa mengurangi nilai sakral dari prosesi ritual tersebut.
Kabid Bimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Jumadi, dalam arahan menyampaikan bahwa setiap manusia dalam ajaran Hindu akan melalui empat tahapan hidup (Catur Asrama). Tahap pertama adalah Brahmacarya Asrama, masa belajar di bangku pendidikan. Pada fase ini, seseorang menekuni ilmu pengetahuan sekaligus membentuk karakter diri dengan disiplin dan pengendalian diri.
Tahap kedua adalah Grhasta Asrama, yakni masa membangun rumah tangga dan menjalankan kewajiban sosial. Seorang grhasta bertanggung jawab tidak hanya pada keluarganya, tetapi juga pada masyarakat dengan menjaga keharmonisan serta berbagi rezeki.
Memasuki usia lanjut, umat Hindu menjalani Wanaprasta Asrama, yaitu masa menarik diri dari hiruk pikuk duniawi. Tahap ini ditandai dengan kehidupan yang lebih sederhana, penuh introspeksi, dan pengendalian diri agar semakin dekat dengan Tuhan.
Puncaknya adalah Bhiksuka Asrama, fase pengabdian penuh kepada Tuhan. Pada tahap ini, seseorang meninggalkan keterikatan duniawi dan hidup sepenuhnya untuk pelayanan spiritual. Hidup diarahkan untuk mencapai moksa, yakni bersatu dengan Tuhan.
“Menjadi seorang sulinggih tidaklah mudah. Ia dipercaya sebagai penunjuk jalan bagi umat, yang disimbolkan dengan teken atau tongkat,” ujar Jumadi. Menurutnya, upacara munggah sulinggih merupakan momen penting ketika seseorang memasuki kehidupan baru, dari walaka menjadi sadaka, dari kehidupan sekala menuju niskala.
Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Lampung Tengah Komang Koheri, Anggota DPR RI Fraksi PDI-P Komisi IV dr I Ketut Suendra, serta seluruh lembaga agama dan keagamaan Hindu di Provinsi Lampung. Kehadiran tokoh pemerintah dan lembaga keagamaan itu menambah makna kebersamaan dalam mendukung prosesi sakral umat Hindu.(Anggithya/Rizki)
