Bandar Lampung, Kemenag (Humas) — Kultum ba’da salat Zuhur di Masjid
Al-Amal, Bandar Lampung, pada hari Selasa, 18 Maret 2025, disampaikan oleh
Ustadz Ismail Sholeh, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Teluk Betung Timur. Dalam
taushiyah bertema "Makmur Tanda Keimanan dan Kemajuan Umat," Ustadz
Ismail mengajak jamaah untuk memakmurkan masjid sebagai wujud keimanan
sekaligus kontribusi nyata bagi kemajuan umat Islam.
Dalam pembukaan kultumnya, Ustadz Ismail menyampaikan : "Tiada kata yang lebih syahdu dan merdu di siang hari ini selain ucapan Alhamdulillah Syukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah, seperti nikmat sehat dan kemampuan menjalankan ibadah puasa," ujarnya. Ia mengajak jamaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat tersebut agar mendapat keberkahan yang lebih besar.
Mengutip Surah At-Taubah ayat 18, Ustadz Ismail menegaskan bahwa masjid
adalah milik Allah, bukan kepemilikan perorangan. "Orang-orang yang
memakmurkan masjid adalah mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir,
menegakkan salat, menunaikan zakat, serta hanya takut kepada Allah,"
jelasnya. Ia menekankan bahwa memakmurkan masjid bukan sekadar meramaikannya
secara fisik, melainkan menghidupkannya dengan kegiatan ibadah dan kebaikan,
seperti salat berjamaah, infak, sedekah, serta aktivitas positif lainnya.
Ustadz Ismail memuji berbagai kegiatan rutin di Masjid Al-Amal, seperti
kultum Ramadan, kajian keagamaan, dan rencana peringatan Nuzulul Quran yang
akan digelar pada hari Rabu, 19 Maret 2025. "Partisipasi jamaah dalam
kegiatan masjid, seperti salat berjamaah dan kultum ini, merupakan bukti nyata
upaya memakmurkan masjid," tambahnya. Ia juga menyampaikan harapan agar ke
depannya Masjid Al-Amal dapat menjadi pusat pengelolaan zakat fitrah guna
memperkuat peran sosialnya di masyarakat.
Dalam momentum Ramadan, Ustadz Ismail mengajak jamaah untuk memanfaatkan
bulan suci ini guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan. "Semoga kita
mampu menyelesaikan ibadah puasa serta amal lainnya di bulan Ramadan ini,
sehingga dosa-dosa kita diampuni dan kita kembali fitrah saat Idulfitri,
seperti bayi yang baru lahir," tuturnya. Kultum ditutup dengan doa agar
Allah memberikan kekuatan dan ampunan kepada seluruh jamaah yang hadir.
Sambutan hangat dari jamaah dan menjadi pengingat akan pentingnya peran masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pembinaan umat. "Semoga kultum singkat ini membawa manfaat bagi kita semua," pungkas Ustadz Ismail sebelum menutup taushiyahnya. (Mushollin)
