Bandar Lampung, Kemenag (Humas)
--- Ustadz Syarifuddin, Pengawas Madrasah Kemenag Kota Bandar Lampung,
menyampaikan taushiyah kultum dengan tema "Islam sebagai Agama Rahmat:
Istiqamah, Zakat Fitrah, dan Kepedulian Sosial di Akhir Ramadhan". Taushiyah
ini disampaikan untuk mengajak jamaah menutup bulan Ramadhan dengan ibadah
terbaik dan kepedulian kepada sesama.
Ustadz Syarifuddin menyampaikan bahwa Islam adalah agama penuh rahmat yang memberikan kemudahan dalam ibadah, baik bagi yang kaya maupun miskin. Ia mencontohkan sabda Rasulullah SAW, "Barang siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga." Bagi sahabat miskin yang tak mampu membangun masjid, Rasulullah menawarkan solusi sederhana seperti shalat sunnah qobliyah dan ba’diyah, yang pahalanya setara. Ini menunjukkan rahmat Islam dalam menetapkan standar minimum ibadah yang bisa dijangkau semua orang.
Ia juga mengajak jamaah untuk istiqamah di akhir Ramadhan dengan tiga amalan utama. Pertama, lisan yang selalu berzikir kepada Allah dengan ucapan seperti "Subhanallah" dan "Alhamdulillah". Kedua, hati yang bersyukur atas segala rezeki yang diberikan Allah, meski kecil, tanpa iri kepada orang lain. Ketiga, iman yang kokoh, khususnya bagi istri untuk mendukung keimanan suami, seperti membiarkan suami bersedekah kepada orang tua atau saudaranya sebagai bagian dari tanggung jawabnya.
Ustadz Syarifuddin menekankan
pentingnya zakat fitrah sebagai wujud kepedulian sosial. Ia menyebut zakat
fitrah, yang hanya sekitar Rp35.000 per orang, harus ditunaikan sebelum shalat
Id agar menjadi penyuci jiwa dan bantuan bagi yang membutuhkan. Bagi yang
mampu, ia mendorong untuk memberi lebih dan mengecek tetangga sekitar, bahkan
hingga 40 rumah, untuk memastikan semua bisa menunaikan zakat fitrah.
Di akhir taushiyah, ia mengingatkan bahwa Ramadhan adalah momen memohon penghapusan dosa, bukan sekadar penutupan dosa dengan amal baik. Ia menyarankan membaca 10 ayat terakhir Surah Ali Imran setelah tahajud, sebagaimana doa Rasulullah SAW, agar dosa benar-benar digugurkan oleh Allah SWT. Ia berharap jamaah tetap sehat dan istiqamah hingga akhir Ramadhan, serta memohon maaf atas kekurangan dalam penyampaiannya. (Mushollin)