Search

Waisak 2024 "Bimas Buddha Kanwil Kemenag Lampung Adakan Kegiatan Karya Bhakti dan Tabur Bunga

waisak-2024-bimas-buddha-kanwil-kemenag-lampung-adakan-kegiatan-karya-bhakti-dan-tabur-bunga
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung, Kemenag ( Humas)---Sesuai Tema
tentang "Kesadaran Keberagaman Jalan Hidup Luhur, Harmonis dan Bahagia", Hari Raya Tri Suci Waisak 2568 Buddhis Era (BE), Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung melalui Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha yang diprakarsai oleh Sariyono, S.Ag.,M.Si selaku Pembimas Buddha bersama semua unsur Lembaga, Organisasi, Majelis Keagamaan Buddha se Provinsi Lampung mengadakan Kegiatan Karya Bhakti dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Kota Bandar Lampung, minggu (5/5/24).

Kegiatan Karya Bhakti dan Tabur Bunga Taman Makam Pahlawan dilasanakan oleh komponen umat Buddha Provinsi Lampung untuk memberikan penghormatan kepada para pahlawan dan sebagai wujud cinta tanah  Indonesia.

"Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun menjelang Perayaan Hari Trisuci Waisak dan di tahun 2024 dilakukan secara serentak seluruh Indonesia pada hari ini, minggu 5 Mei 2024 dan khusus di Provinsi Lampung diikuti oleh 350 umat Buddha," jelas Sariyono.

Selain tema yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama “Kesadaran Keberagaman Jalan Hidup Luhur, Harmonis dan Bahagia," ada juga sejumlah sub tema yang diusung berbagai Lembaga Keagamaan Buddha, diantaranya:

1. Sangha Agung Indonesia (SAGIN), "Keharmonisan Merupakan Pedoman Hidup Berdampingan Dalam Berbangsa".

2. Sangha Theravada Indonesaia (STI), “Memperkokoh Persatuan dalam Keberagaman”

3. Perwalian Umat Buddha Indonesia (WALUBI), “Untuk Hidup Bahagia Sebagai Makhluk dan Manusia, Marilah Kita Meningkatkan Kesadaran yang diajarkan oleh Sang Buddha,".

Tema peringatan Tri Suci Waisak 2568 BE memberi pesan kepada kita bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang harus diperdebatkan dan dipertentangkan. Perbedaan harus dipahami dan disadari sebagai keberagaman yang saling menguatkan satu sama lain dalam menapaki hidup luhur untuk mencapai tujuan kehidupan yang harmonis dan Bahagia.

Dalam penanggalan Buddhis, pada 2568 tahun yang lalu, Guru Agung Buddha telah mengingatkan arti penting kesadaran atas perbedaan sebagai keberagaman dalam upaya menghindari perselisihan.

Dhammapada Syair 6 menyatakan: “Pare ca na vijananti, Mayamettha yamamase, Ye ca tattha vijananti, Tato sammanti medhaga”. Artinya, “masih banyak orang tidak mengerti mengapa kita dapat binasa di dunia ini akibat perselisihan. Ia yang memahami kebenaran ini, akan dapat melenyapkan perselisihan. (Fadilah/Aziz)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil