Tanggamus Kemenag (Humas) --
Pemerintah Kabupaten Tanggamus menggelar kegiatan Konsultasi Publik Rancangan
Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029 sebagai
langkah awal menyusun arah pembangunan lima tahun ke depan. Acara yang
berlangsung di Aula Pemkab Tanggamus pada (tanggal) ini dihadiri oleh Wakil
Bupati Tanggamus, Agus Suranto, serta melibatkan berbagai unsur Forkopimda,
OPD, akademisi, tokoh masyarakat, dan instansi vertikal.
Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus turut berpartisipasi melalui kehadiran Surana, S.Pd.I, pelaksana pada Seksi PAPKI. Ia hadir mewakili Kemenag sebagai bentuk dukungan terhadap proses perencanaan pembangunan yang inklusif dan kolaboratif. Kehadirannya mencerminkan komitmen Kemenag dalam mendukung arah pembangunan daerah, khususnya dalam aspek keagamaan dan sosial.
Dalam forum tersebut, Surana
menyampaikan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penyusunan RPJMD agar mampu
menjawab kebutuhan riil masyarakat. “Kami berharap arah pembangunan ke depan
dapat lebih mengakomodasi penguatan nilai-nilai keagamaan serta peningkatan
kualitas layanan publik berbasis nilai spiritual,” ujarnya usai acara.
Kegiatan ini bertujuan untuk
menjaring aspirasi dan masukan dari berbagai kalangan sebelum RPJMD ditetapkan
menjadi dokumen resmi daerah. Wakil Bupati Agus Suranto dalam sambutannya
menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, termasuk instansi vertikal
seperti Kemenag, agar dokumen ini benar-benar menjadi cerminan kebutuhan dan
harapan masyarakat Tanggamus.
Forum juga membahas isu-isu
strategis dan menyoroti pentingnya data yang akurat dan indikator kinerja
sebagai dasar perencanaan. Keterlibatan aktif peserta dari berbagai latar
belakang diharapkan mampu memperkaya substansi RPJMD, menjadikannya lebih menyeluruh
dan berorientasi pada kemajuan daerah secara menyeluruh.
Melalui partisipasi ini, Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus menunjukkan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam pembentukan masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya saing. (Frans/Mela Basyar)