Bandar Surabaya, KUA (Humas) — Perjalanan manusia dalam menemukan keyakinan sering kali menghadirkan kisah-kisah penuh makna yang mengajarkan tentang ketulusan, pencarian kebenaran, dan kekuatan hidayah yang bekerja melampaui batas budaya maupun negara. Suasana haru Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bandar Surabaya ketika seorang pria asal Tiongkok bernama Li Song secara resmi mengikrarkan dua kalimat syahadat sebagai tanda memulai lembaran baru kehidupannya dalam pelukan Islam, Senin (29/6/2026).
Prosesi ikrar syahadat berlangsung di Kantor KUA Bandar Surabaya dan dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Bandar Surabaya, H. Ali Muhtar, S.Ag., M.Sy. Momentum tersebut menjadi gambaran nyata bahwa pelayanan Kementerian Agama tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga hadir sebagai ruang pelayanan spiritual yang mendampingi masyarakat dalam perjalanan keberagamaan mereka.
Li Song datang dengan keyakinan penuh untuk memeluk agama Islam setelah melalui proses panjang pencarian spiritual dalam hidupnya. Keputusan tersebut diambil secara sadar, lahir dari hati yang tulus tanpa tekanan dari pihak manapun, setelah dirinya mulai mempelajari nilai-nilai ajaran Islam yang menurutnya menghadirkan ketenangan batin, keseimbangan hidup, dan pandangan hidup yang penuh kedamaian.
Diketahui, Li Song sebelumnya tidak menganut agama dan kini memutuskan memeluk Islam sebagai bagian dari perjalanan hidup barunya, termasuk niat untuk membangun rumah tangga bersama seorang perempuan muslim bernama Anggun Selpiana, warga Kecamatan Bandar Surabaya, yang menjadi salah satu jembatan perkenalannya dengan nilai-nilai Islam yang penuh kasih dan kemuliaan.
Dalam proses pembinaan sebelum prosesi syahadat, H. Ali Muhtar memberikan pendampingan keagamaan serta pemahaman dasar mengenai ajaran Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Menurutnya, setiap proses seseorang menerima hidayah merupakan tanda bahwa Allah membuka jalan bagi siapa pun yang dengan sungguh-sungguh mencari kebenaran dalam hidupnya.
Dalam keterangannya, Kepala KUA Bandar Surabaya menegaskan bahwa momentum tersebut menjadi pengingat bahwa Islam adalah agama yang hadir dengan wajah kasih sayang, kelembutan, dan membawa pesan universal tentang kemanusiaan.
"Hari ini kita menyaksikan bahwa hidayah Allah bekerja dengan cara yang sering kali melampaui batas logika manusia. Ketika seseorang mencari kebenaran dengan hati yang tulus, maka Allah akan menunjukkan jalan terbaik baginya. Islam mengajarkan cinta kasih, kedamaian, serta penghormatan terhadap martabat manusia. Kami berharap saudara Li Song dapat menjalani kehidupan barunya dengan penuh keistiqamahan, terus belajar memahami ajaran Islam, dan kelak menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi keluarga maupun masyarakat," ujar H. Ali Muhtar.
Dengan suara mantap dan keyakinan mendalam, Li Song mengucapkan dua kalimat syahadat disaksikan para pembimbing serta jajaran yang hadir, menandai dimulainya perjalanan spiritual baru yang akan membentuk kehidupannya ke depan dalam tuntunan iman.
Peristiwa ini menegaskan bahwa agama pada hakikatnya adalah jalan manusia untuk menemukan kedamaian hidup dan hubungan yang lebih dekat dengan Sang Pencipta. Dari sebuah ruang sederhana di Bandar Surabaya, tersampaikan pesan besar bahwa ketulusan hati akan selalu menemukan jalan menuju cahaya. Sebab di balik setiap pencarian manusia terhadap kebenaran, selalu ada harapan besar untuk lahir menjadi pribadi yang lebih baik, hidup dengan penuh makna, serta menebarkan kebaikan bagi sesama tanpa memandang batas suku, bangsa, maupun perbedaan.
Humas Lampung Tengah