Bandar Lampung, Kemenag (Humas) --- Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag
TU) Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Kasimun, mengikuti zoom
meeting yang diselenggarakan oleh Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Republik
Indonesia pada Kamis, 27 Februari 2025, mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan daring
yang berlangsung selama tiga jam ini digelar di ruang virtual untuk membahas
penguatan kerukunan umat beragama di seluruh Indonesia, dengan fokus pada upaya
Kementerian Agama meningkatkan kualitas survei Indeks Kerukunan Umat Beragama
(KUB) melalui pendekatan ilmiah dan teknis yang lebih cermat. Pertemuan ini
melibatkan perwakilan FKUB dari provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia serta
pejabat Kemenag dari berbagai daerah, menjadi sarana koordinasi dalam merespons
isu harmoni sosial dan keagamaan sekaligus mendukung kebijakan strategis
berbasis data yang akurat.
Kementerian Agama memaparkan langkah konkret dalam menyempurnakan survei
Indeks KUB, yang bertujuan mengukur kondisi kehidupan keberagamaan di tengah
masyarakat. Survei tersebut dirancang dengan tujuan jelas, instrumen valid,
sampel representatif, minim bias, serta data yang akurat dan konsisten, melalui
penguatan konsep, metode, enumerator, tata kelola, dan pedoman wawancara.
Kemenag menetapkan target ambisius untuk meningkatkan nilai Indeks KUB dari
78,00 pada tahun 2025 menjadi 84,20 pada tahun 2045, sehingga hasilnya dapat
mencerminkan realitas lapangan dan menjadi pijakan menciptakan masyarakat yang
harmonis, adil, dan makmur. Kasimun, mewakili Kemenag Kota Bandar Lampung,
menyampaikan komitmen kuat untuk mendukung program PKUB dan Kemenag, khususnya
dalam menjaga toleransi serta kerukunan antarumat beragama di wilayahnya
melalui kerja sama erat dengan pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
Dalam sesi diskusi, Kasimun menegaskan bahwa pertemuan ini harus menghasilkan langkah strategis yang dapat langsung diterapkan. “Kami siap mendukung setiap inisiatif yang memperkuat persatuan dan kesatuan umat, baik melalui dialog lintas agama maupun program pemberdayaan masyarakat,” katanya dengan penuh semangat. Ia juga berharap peningkatan metodologi survei KUB mampu memberikan gambaran lebih jelas tentang dinamika keberagamaan, sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat menjawab tantangan zaman dan memperkuat kedamaian di tengah keberagaman. Acara ditutup dengan kesepakatan untuk mempererat komunikasi dan sinergi antarlembaga, menegaskan bahwa PKUB RI bersama Kemenag terus berupaya menjadikan keberagaman Indonesia sebagai kekuatan untuk membangun bangsa yang rukun dan harmonis. (Mushollin)