Search

Zulkarnain: Kurikulum Berbasis Cinta Menjawab Tantangan Pendidikan di Madrasah

zulkarnain-kurikulum-berbasis-cinta-menjawab-tantangan-pendidikan-di-madrasah
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menjadi jawaban atas berbagai tantangan pendidikan di madrasah, khususnya dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman, karakter, dan nilai kemanusiaan.

Hal tersebut disampaikan Zulkarnain saat membuka Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta SEKKM Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kota Bandar Lampung, Rabu (4/2/2026), di Hotel Nusantara Bandar Lampung.

“Pendidikan madrasah tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik. Tantangan hari ini menuntut madrasah melahirkan peserta didik yang beriman, berilmu, berakhlak, serta mampu menyebarkan kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Zulkarnain.

Ia menegaskan bahwa konsep Kurikulum Berbasis Cinta sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama yang mengedepankan pendidikan rahmatan lil ‘alamin, moderat, dan inklusif. Menurut Zulkarnain, cinta dalam konteks pendidikan dimaknai sebagai unconditional love, yakni cinta tanpa syarat yang menjadi fondasi pembentukan karakter peserta didik.

Zulkarnain juga mengutip Surah Al-Mujadilah ayat 11 yang menegaskan bahwa Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Ayat tersebut, kata dia, menjadi pengingat bahwa iman dan ilmu harus berjalan beriringan dalam proses pendidikan madrasah.

“Guru madrasah memiliki peran strategis sebagai teladan dan penyebar ilmu. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, proses pembelajaran diharapkan lebih humanis, dialogis, dan menyentuh hati peserta didik,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Zulkarnain berharap Kurikulum Berbasis Cinta dapat diimplementasikan secara nyata di madrasah sebagai upaya menjawab tantangan pendidikan sekaligus membangun generasi yang beriman, berilmu, dan berkepribadian luhur.

Sementara itu, Ketua Panitia Workshop, Saleh, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan mutu tenaga pendidik dan kependidikan Madrasah Ibtidaiyah di Kota Bandar Lampung melalui penguatan pemahaman dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.

“Workshop ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Kurikulum Berbasis Cinta, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan madrasah,” ujar Saleh.

Ia menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh 340 peserta yang berasal dari 12 Madrasah Ibtidaiyah Negeri se-Kota Bandar Lampung. Mayoritas peserta merupakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama. Workshop dilaksanakan selama satu hari dengan menghadirkan narasumber dari Loka Diklat Keagamaan Lampung serta jajaran Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Lampung.

Saleh berharap, melalui kegiatan ini para pendidik madrasah dapat mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara nyata dalam proses pembelajaran, sehingga madrasah mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang dan Tim Kerja Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Lampung, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, serta tamu undangan lainnya. (Humas)



Penulis  :  Anggithya

Editor    :  Alifah

Fotografer    :  Aziz/Kevin


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil