Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Zulkarnain: Madrasah Adalah Model Pendidikan Karakter Paling Lengkap

Rabu, 20 Mei 2026 Humas Bandar Lampung Editor: Fadilah
Zulkarnain: Madrasah Adalah Model Pendidikan Karakter Paling Lengkap
Humas Bandar Lampung
Humas Bandar Lampung
Foto: Mushollin

Bandar Lampung, Kemenag (Humas) --- Madrasah adalah model pendidikan karakter paling lengkap karena tidak hanya mendidik generasi untuk unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun akhlak, cara berpikir, dan nilai kehidupan secara bersamaan. Madrasah menghadirkan pendidikan yang komprehensif dengan memadukan kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual, kedisiplinan, serta pembentukan karakter dalam satu sistem pendidikan yang utuh".

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Bidang Pendidikan Madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Rabu (20/5/2026), di Aula setempat.

Menurut Zulkarnain, keunggulan madrasah terletak pada kemampuannya mengintegrasikan pendidikan umum dengan pendidikan agama Islam secara mendalam dan terstruktur. Peserta didik tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan umum, tetapi juga penguatan nilai keagamaan melalui pembelajaran Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, Al-Qur'an Hadis, hingga Bahasa Arab.

Ia menambahkan, sistem pendidikan madrasah diperkuat tenaga pendidik profesional sesuai bidang keilmuan masing-masing sehingga pembentukan karakter dan penguatan nilai keagamaan dapat berjalan optimal.

"Madrasah dan pondok pesantren adalah wadah pembentukan akhlakul karimah sekaligus miniatur moderasi dan keberagaman yang mengajarkan nilai toleransi, kebersamaan, dan sikap saling menghormati. Di lingkungan inilah anak-anak belajar bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan dipahami dan dirawat dalam semangat persaudaraan,"ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkarnain juga menyinggung hasil asesmen kemampuan baca Al-Qur'an terhadap guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum yang dilakukan Kementerian Agama bersama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Dari asesmen tersebut, hanya sekitar 30 persen guru PAI yang dinyatakan lulus.

"Ini menjadi pengingat bahwa penguatan pendidikan keagamaan harus terus dilakukan secara serius dan berkelanjutan," tegasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung Erwinto menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Rakorda Bidang Pendidikan Madrasah yang dinilai menjadi forum strategis dalam memperkuat koordinasi dan sinergi pengembangan pendidikan madrasah di Kota Bandar Lampung.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Heri Setiawan mengatakan madrasah harus terus bergerak maju, adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap menjaga identitas dan nilai-nilai keagamaan sebagai ciri khas pendidikan madrasah.

Hadir dalam Rakorda tersebut Kepala Bagian Tata Usaha, jajaran pejabat Kemenag Kota Bandar Lampung, serta diikuti kepala madrasah dan guru madrasah se-Kota Bandar Lampung.