Pesisir Barat - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Barat memulai Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Kompetensi Kepala Madrasah pada Senin pagi (22/6/2026).
Acara yang bernilai strategis bagi akselerasi mutu pendidikan Islam ini dipusatkan di Aula Sunset Beach Hotel, Way Redak, Kabupaten Pesisir Barat. Adapun kegiatan ini akan dilangsungkan hingga hari Jum'at (26/6/2026) mendatang.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata atas realisasi Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati antara KKM MI Kemenag Pesisir Barat dan Loka Diklat Keagamaan Bandar Lampung pada Kamis (11/6/2026) lalu.
Pembukaan pelatihan kompetensi ini dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Herry Setiawan dan Kepala Loka Pendidikan dan Keagamaan Bandar Lampung, Agus Apriansyah. Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Pesisir Barat, Ahmad Khotob dan Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Pesisir Barat, Slamet.
Kepala Loka Pendidikan dan Keagamaan Bandar Lampung, Agus Apriansyah, dalam sambutannya mendorong para peserta untuk merevolusi pola kepemimpinan di madrasahnya masing-masing.
"Melalui diklat ini, kita dituntut melahirkan kepala madrasah yang visioner, cerdas, serta mampu membawa madrasah adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan," ujar Agus Apriansyah.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Pesisir Barat, Ahmad Khotob, menggarisbawahi bahwa peningkatan kompetensi manajerial kepala madrasah sudah menjadi keharusan mutlak. Ia memaparkan bahwa saat ini animo dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan Islam binaan Kemenag terus melonjak tajam.
"Tantangan kita besar karena madrasah saat ini telah bertransformasi menjadi pilihan utama bagi orang tua untuk pendidikan anak, bukan lagi sekadar sekolah alternatif," tegas Ahmad Khotob.
Arahan pamungkas sekaligus membuka acara disampaikan oleh Kabid Penmad Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Herry Setiawan, yang menyoroti dimensi nilai kompetensi sosial. Herry menyatakan bahwa indikator keberhasilan seorang pimpinan madrasah tidak hanya diukur dari prestasi akademis di dalam pagar sekolah semata.
"Kepala madrasah tidak hanya dituntut kompeten di lingkungan madrasah, namun juga harus kompeten dan memberi dampak positif di lingkungan bermasyarakat," tutur Herry Setiawan.
Melalui pelatihan intensif ini, Kemenag Pesisir Barat berharap output kegiatan mampu melahirkan para kepala madrasah yang berintegritas tinggi, visioner, dan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan Islam.