Pesawaran (Humas) –16 peserta mengikuti seleksi rekrutmen Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan PPIH Arab Saudi yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran di aula Pahawang kantor setempat. Kegiatan yang berlangsung serentak se-Indonesia ini, untuk Propinsi Lampung dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Lampung, Puji Raharjo, melalui zoom meeting, Kamis, 21 November 2024.
Kakanwil dalam sambutannya
menegaskan pentingnya pelaksanaan seleksi yang terbuka dan fair. “Kementerian
Agama memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk bergabung
sebagai petugas haji. Dengan proses seleksi yang ketat, kami berharap dapat
memilih individu terbaik untuk melayani tamu-tamu Allah,” ujar Puji.
Seleksi ini terdiri dari dua
tahap. Pada tahap pertama, para peserta diwajibkan melengkapi seluruh
persyaratan teknis dan administrasi sebelum mengikuti tes berbasis komputer
atau Computer Assisted Test (CAT). Tes CAT tersebut dilaksanakan di Kantor Kementerian
Agama Kabupaten/Kota pada hari ini.
Peserta yang dinyatakan
lolos dari tahap pertama akan melanjutkan ke tahap kedua di Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Lampung. Pada tahap kedua, mereka akan mengikuti tes
CAT lanjutan serta wawancara pendalaman materi, yang mencakup tugas dan fungsi
petugas haji.
“Melalui seleksi ini,
Kementerian Agama berharap dapat memastikan keberlangsungan pelayanan haji yang
prima dan profesional, sesuai dengan visi dan misi institusi dalam melayani
masyarakat,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Farid
Wajedi, didampingi Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Pesawaran, Komarudin, saat memberikan arahan dalam pelaksanaan
seleksi petugas haji di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Pesawaran.
Ia menekankan pentingnya
pelaksanaan seleksi ini sebagai bagian dari upaya mencetak petugas haji yang profesional,
amanah, dan berkompeten. "Petugas haji bukan hanya bertugas secara teknis,
tetapi juga menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan penuh keikhlasan
kepada tamu Allah. Semua peserta memiliki peluang yang sama, bergantung pada
kemampuan dan kesiapan masing-masing," tegas Farid.
“Saya berharap, dalam seleksi ini, Bapak/Ibu dapat menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjaga nilai-nilai integritas, kejujuran, dan semangat pengabdian. Bagi yang terpilih nantinya, saya percaya bahwa Bapak/Ibu akan menjalankan amanah dengan baik. Bagi yang belum terpilih, saya berharap pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kapasitas diri,” pesannya menutup arahan kepada 16 peserta di Kabupaten Pesawaran. (Sinta/Bagus)