Lampung, Kemenag (Humas) — Sebanyak 1.990 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2024 Tahap I dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung ikut ambil bagian dalam mendukung program prioritas Asta Protas “Kementerian Agama Berdampak”, khususnya pada aspek penguatan ekoteologi.
Sebagai
bentuk implementasi dari program yang diinisiasi Menteri Agama Nasaruddin Umar
tersebut, para peserta PPPK melaksanakan gerakan penanaman bibit pohon.
Pada Kantor Wilayah, kegiatan dipusatkan di sekitar area Kanwil Kemenag Lampung, Senin (19/5/2025), dan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kemenag Lampung, Erwinto. Ia didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Marwansyah dan Ketua Tim SDM Aparatur Tri Rahayu, serta diikuti oleh peserta PPPK pada Kantor Wilayah.
“Terobosan ini merupakan bagian dari langkah konkret penguatan ekoteologi sebagai salah satu program prioritas Kementerian Agama dalam kepemimpinan Bapak Menteri Nasaruddin Umar,” ujar Erwinto dalam keterangannya.
Program
ini mewajibkan setiap peserta PPPK untuk menanam satu bibit pohon di lingkungan
kerja masing-masing, baik di kantor, satuan pendidikan keagamaan, maupun rumah
ibadah. Kegiatan tersebut didokumentasikan dalam bentuk foto atau video sebagai
bagian dari laporan aksi.
Sebagai agenda lanjutan, gerakan penanaman pohon akan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk upaya reboisasi kawasan hutan yang rusak serta penghijauan di lahan-lahan gersang. Tujuan utama program ini adalah menjaga kelestarian lingkungan, mencegah erosi, dan meningkatkan kualitas udara serta air.
Manfaat Program Penanaman Pohon Berkelanjutan:
·
Mencegah erosi: Akar pohon berfungsi menahan tanah
dan mencegah longsor serta banjir.
·
Meningkatkan kualitas udara: Pohon menyerap karbon dioksida dan
menghasilkan oksigen.
·
Menjaga kelestarian alam: Membantu menjaga keseimbangan
ekosistem dan keanekaragaman hayati.
Program ini menjadi refleksi nyata sinergi antara penguatan nilai-nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan, sejalan dengan visi ekoteologi yang tengah dikembangkan Kementerian Agama. (Fadilah/Rizki/Aditya)
