Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Momentum Idul Adha tahun 2026 kali ini memiliki makna yang mendalam. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat H. Miftahus Surur, mengatakan bahwa umat Islam tetap memiliki semangat untuk berkurban ditengah situasi perekonomian yang dinamis.
"Alhamdulillah masyarakat kita tidak mengendurkan semangat untuk berkurban. Kita patut menghargai itu semua. Ini menggambarkan situasi sosial kita bahwa masyarakat kita masih ingin berbagi kebahagiaan antar sesama," ujarnya ditengah-tengah pemantauannya terhadap pelaksanaan kurban dilingkungan Masjid Al-Falah Liwa Lampung Barat.
Ia juga menuturkan bahwa berkurban jangan hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan semata, tetapi memiliki makna simbolik terkait kerendahan diri, kesabaran dan ketaatan.
"Kita perlu mengembalikan peristiwa ini pada sejarah pengorbanan Nabi Ibrahim, kesabaran Hajar dan keikhlasan Nabi Ismail. Mereka merupakan panutan dan teladan kita dalam penguatan keimanan dan berbagi rasa antar sesama," sambungnya.
Perlu diketahui bahwa tahun 2026 ini, masyarakat Kabupaten Lampung Barat melaksanakan kurban sejumlah 523 ekor sapi, 1331 ekor kambing dan 2 ekor kerbau yang tersebar di 15 kecamatan se Kabupaten Lampung Barat.
Selain sebagai bentuk ketaatan spiritual, M. Surur juga menekankan bahwa tingginya angka partisipasi kurban tahun ini menjadi bukti nyata kuatnya solidaritas sosial di Lampung Barat.
"Pendistribusian daging kurban yang tersebar di 15 kecamatan diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga yang kurang mampu," imbuhnya.
Menurutnya, momen seperti inilah yang menyatukan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang perbedaan, karena kebahagiaan hari raya sejatinya harus dirasakan secara merata dan inklusif.
Untuk memastikan kelancaran dan kekhusyukan ibadah ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait guna memantau kesehatan hewan kurban sebelum disembelih.
"Langkah antisipatif ini diambil untuk menjamin bahwa seluruh daging yang dibagikan kepada masyarakat dalam kondisi aman, sehat, utuh, dan halal. Terimakasih juga atas kerja keras para panitia kurban di setiap wilayah yang tetap menjaga kebersihan dan ketertiban selama prosesi penyembelihan berlangsung," paparnya.
Menutup penyampaiannya, M. Surur berharap agar esensi dari ibadah kurban ini dapat membekas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan hanya sekadar ritual tahunan. (Surur/Boy)
