Pesawaran (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Farid Wajedi, membuka secara resmi kegiatan Pembinaan Dai dan Daiah se-Kabupaten Pesawaran yang digelar di Aula Pahawang, Kantor Kemenag setempat, pada Kamis (17/7/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta yang terdiri dari para dai, da’iah, dan penyuluh agama Islam.
Dengan mengusung tema “Membangun Kreativitas Dai dan Daiah
dalam Memenuhi Kebutuhan Umat”, kegiatan ini menghadirkan narasumber yakni, Kepala
Kemenag Pesawaran dan praktisi dakwah Islam Provinsi Lampung, Ma’ruf Abidin.
Dalam sambutannya, Farid Wajedi menekankan pentingnya peran
para dai sebagai agen perubahan sosial, perdamaian, dan pembangunan umat.
"Pembinaan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam
memperkuat peran para mubaligh sebagai agen perubahan sosial, agen perdamaian,
dan agen pembangunan umat," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan sejumlah
kebijakan pemerintah, di antaranya: UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional yang menekankan pentingnya pendidikan keagamaan dalam
membentuk akhlak mulia; PMA No. 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim yang
mengatur peran pendakwah dalam kegiatan keagamaan di masyarakat; Instruksi
Presiden No. 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan
Sosial Ketenagakerjaan yang mengisyaratkan peran tokoh agama dalam mendukung
program-program pemerintah; Moderasi Beragama sebagai arus utama dalam RPJMN
dan program prioritas Kementerian Agama.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para dai dan daiah
dapat meningkatkan kapasitas dakwah yang inklusif, damai, dan berbasis ilmu;
mampu menjawab tantangan dakwah di era digital; menjadi mitra strategis
pemerintah dalam membina umat; menangkal radikalisme; serta menjaga kerukunan
umat beragama,” tegas Farid.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Pesawaran sekaligus Ketua Panitia, Helmi, menyampaikan harapannya
agar pembinaan ini menjadi wadah penguatan kapasitas, pertukaran gagasan, dan
pengembangan strategi dakwah yang lebih inovatif dan kontekstual.
Kegiatan ini menurutnya menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam mendukung penguatan dakwah yang relevan dengan dinamika masyarakat dan tantangan zaman. (Humas)
Editor : Fadilah