Kemenag Kota Metro (Humas) --- Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Metro, H. Abdul Haris, S.Ag., M.H.I., memaparkan materi Moderasi Beragama kepada umat Katolik di Kota Metro, didampingi Penyelenggara Katolik Kota Metro, Y. Bambang Irawan, M.Pd. Rabu, 16 Oktober 2024 pukul 08.00 WIB bertempat di aula Gereja Hati Kudus. Diikuti oleh umat Katolik se Kota Metro.
Dalam paparannya, Abdul Haris menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan konsep penting yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengungkapkan bahwa kata "moderasi" berasal dari bahasa Latin, yaitu "moderâtio", yang berarti kesedangan (tidak berlebihan). Istilah ini mengindikasikan pentingnya penguasaan diri dan menjauhkan diri dari ekstremisme.
Lebih lanjut, Abdul Haris mengaitkan moderasi dengan istilah dalam bahasa Arab, seperti wasatha dan wasathiyah. Ia menjelaskan bahwa wasathiyah mencerminkan pilihan terbaik, dan dapat dipahami sebagai sikap yang adil dan berimbang. Dalam konteks ini, ia menekankan pentingnya peran umat dalam menjaga keseimbangan dan keadilan dalam beragama.
Abdul Haris juga menyoroti bahwa perbedaan adalah bagian dari sunatullah, yaitu ketentuan Tuhan yang harus diterima dan disyukuri. Ia menyampaikan bahwa Pancasila sebagai dasar negara Indonesia bukan hanya mencerminkan nilai-nilai agama, tetapi juga menjadi cermin dari keanekaragaman masyarakat Indonesia yang kaya.
Dalam diskusi yang berlangsung, Abdul Haris mengajak umat Katolik untuk mengajarkan nilai-nilai agama yang ramah dan toleran. Ia menegaskan bahwa menghargai keanekaragaman adalah hal yang mutlak, mengingat Indonesia terdiri dari berbagai suku, budaya, agama, ras, dan golongan.
Ia juga mengingatkan bahwa keberagaman jenis kelamin dan pandangan hidup adalah bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, sikap moderasi dan toleransi harus menjadi pegangan setiap individu dalam interaksi sosial.
Abdul Haris berharap umat Katolik Kota Metro dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, guna menciptakan harmoni dan kedamaian di tengah masyarakat yang beragam. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat tali persaudaraan antarumat beragama di Kota Metro,(tgh/zae)
