Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Abdul Haris Paparkan Strategi Tracer Study di IAIN Metro

Selasa, 29 Oktober 2024 Humas Metro
Abdul Haris Paparkan Strategi Tracer Study di IAIN Metro
Humas Metro
Humas Metro

Kemenag Kota Metro (Humas) --- Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Metro, H. Abdul Haris, S.Ag., M.H.I., memaparkan materi dalam Forum Group Discussion (FGD) dengan tema “Potensi dan Tantangan Alumni IAIN Metro dalam Menghadapi Dunia Kerja.” Dalam rangka meningkatkan daya saing alumni. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Metro Prof. Dr. Siti Nurjanah, M.Ag. Selasa, 29 Oktober 2024 pukul 08.30 WIB bertempat di Ruang Loby Utama Gedung Perpustakaan Al Hikmah Kampus II IAIN Metro, dihadiri oleh civitas akademika dan stakeholder terkait.

Dalam sambutanya, Rektor IAIN Metro Prof. Dr. Siti Nurjanah, M.Ag., menekankan bahwa perubahan paradigma kerja juga perlu diperhatikan. "Lingkungan kerja kini banyak yang beralih ke model jarak jauh, yang menuntut keterampilan manajemen waktu dan komunikasi virtual yang baik," kata beliau, menambahkan pentingnya pelatihan di bidang ini.

FGD ini bertujuan untuk membahas pentingnya tracer study sebagai pendekatan yang diperlukan untuk memahami kondisi dan tantangan yang dihadapi oleh alumni dalam memasuki pasar kerja. Abdul Haris menjelaskan bahwa tracer study akan membantu mengidentifikasi berapa banyak alumni yang telah bekerja sesuai dengan jurusan mereka, masa tunggu sebelum mendapatkan pekerjaan, serta kendala yang dihadapi selama proses tersebut.

Dalam presentasinya, Abdul Haris menekankan langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam tracer study, mulai dari penentuan sampel, pengembangan instrumen survei, hingga pelaksanaan survei di lokasi dan waktu yang tepat. "Ini adalah upaya bersama yang melibatkan seluruh civitas akademika untuk memahami potensi dan tantangan yang dihadapi oleh alumni," ujarnya.

Menghadapi perubahan tuntutan pasar kerja yang semakin kompetitif,  Abdul Haris mengingatkan pentingnya kesiapan alumni dalam beradaptasi. "Di era digital, jika kita tidak mampu memenuhi tuntutan pasar, maka kita akan tersisihkan," tambahnya. Ia juga mencatat bahwa perkembangan teknologi, seperti kecerdasan buatan dan otomatisasi, telah mengubah wajah dunia kerja secara drastis.

Selanjutnya,  Abdul Haris menjelaskan bahwa kebutuhan untuk mengikuti perkembangan teknologi sangat penting. "Keterampilan seperti pemrograman, analisis data, dan pengembangan aplikasi kini menjadi kebutuhan utama di berbagai sektor," jelasnya. Dengan demikian, alumni harus terus memperbarui pengetahuan mereka untuk tetap relevan di pasar kerja.

FGD ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan aplikasi Simfoni yang akan digunakan untuk tracer study, sehingga IAIN Metro dapat lebih memahami dan mengatasi tantangan yang dihadapi oleh alumni dalam dunia kerja. Dengan kolaborasi antara institusi pendidikan dan stakeholders, diharapkan alumni dapat lebih siap menghadapi tantangan di masa depan,(tgh/zae/Anggithya)